Beranda Hukum Polda Riau tangkap pengedar sabu seberat 108 kg

Polda Riau tangkap pengedar sabu seberat 108 kg

Pekanbaru (ANTARA) – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangkap dua kurir yang mengedarkan 108 kilogram sabu dari Lapas Bangkinang, Riau, pada Senin (7 Mei).

Kapolda Riau Irjen Agung Setiya Imam Efendi didampingi Wakapolda Brigjen Taban, Kabag Humas dan Bareskrim Narkoba kepada wartawan di Mapolres Riau, Rabu, memperkenalkan empat pelaku yakni B.O. dan adiknya B. serta RO dan RI, yang berada dalam tahanan.

“Sabu-sabu itu dikirim dari Malaysia, pelakunya mengaku sudah diedarkan ke Pekanbaru,” kata Agung Setiya Imam Efendi.

Kronologis penangkapan atas peredaran barang haram tersebut, berdasarkan informasi publik, pertama kali dilakukan terhadap pelaku kejahatan saudara kandung Jalan Paus, Rumbai Pesisir. Saat ini, BO dan Bai sedang memasukkan sekantong sabu-sabu ke dalam mobil.

Dalam penggeledahan, kata dia, satgas memeriksa satu kantong plastik putih berisi 20 kantong plastik sabu hijau-kuning dan satu kantong plastik putih berisi 18 kantong sabu hijau-kuning.

“Kemudian ada bukti lain yang saudara sebut Jalan Labers, Bukit Raya, Pekanbaru,” katanya.

Menurut dia, Satgas kembali menemukan sabu di tempat itu, yang disimpan dalam satu kantong plastik putih, yang berisi 22 kantong plastik kuning-hijau berisi sabu.

Selain itu, kakak beradik tersebut mengatakan bahwa beberapa bungkus sabu masih tertinggal di perkebunan kelapa sawit di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, lapor Kapolda.

“Hasil penggeledahan di perkebunan sawit, Satgas menemukan barang bukti satu kantong plastik putih berisi 23 kantong plastik kuning hijau berisi sabu. Kemudian, di dekat lokasi pertama, kantong plastik putih berisi 25 kantong plastik kuning-hijau. ditemukan tas berisi sabu,” ujarnya.

Menurut B.O., dia adalah seorang kurir dua kali. Pengiriman pertama 4 kg sabu-sabu BO dibayar Rs 10 juta, dimana 8 juta ditransfer tunai dan 2 juta lainnya ditransfer ke rekening BO sekitar 2 bulan yang lalu.

Dari pengakuannya B.O. mengatakan bahwa narapidana di Lapas Bangkinang memerintahkannya dengan inisial “RI” dan “RO” agar kedua narapidana segera ditangkap.

“Berdasarkan bukti dan perkembangan, saudara-saudara ini adalah kurir besar,” katanya.

Perbuatan tersangka diancam sesuai dengan ayat (2) Pasal 114 jo ayat (2) Pasal 112 Undang-Undang Republik Ingushetia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman mati atau penjara selama-lamanya. jangka waktu paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 tahun.

Artikel sebelumya"Sopir taksi" Musim 2 dilaporkan dalam perdebatan
Artikel berikutnyaK.Yu.: Sistem peradilan itu penting, tetapi belum ditentukan dalam peraturan Menteri Dalam Negeri.