Beranda Hukum Polda Sumut laporkan kasus dokter suntik vaksin kosong

Polda Sumut laporkan kasus dokter suntik vaksin kosong

Penyidik ​​telah meneruskan berkas perkara ke Kejaksaan Agung Sumut untuk dilakukan penyidikan.

Medan (ANTARA) – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumatera Utara) (Polda) telah menyerahkan kasus injeksi vaksin kosong yang melibatkan dokter TGA ke Kejaksaan Tinggi (JPU) Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

“Penyidik ​​telah meneruskan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan Agung Sumut untuk dilakukan penyidikan,” kata Kombes Hadi Wahudi, Kabag Humas Polda Sumut, di Medan, Selasa.

Hadi mengatakan berkas dokter yang memberikan vaksin blangko itu sudah selesai pada tahap penyidikan dan telah diserahkan ke Kejaksaan Agung Sumut hari ini.

Sejauh ini, ada dua korban dugaan suntik vaksin kosong di Sekolah Dasar Wahidin Sudirohusodo (SD).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah dua mahasiswa tersebut, tidak ditemukan vaksin di dalam tubuh mereka. Dan sampel darah ditemukan non-reaktif, ”katanya.

Kabag Humas mengatakan penyidik ​​telah memeriksa lebih dari 20 saksi dalam kasus ini, mulai dari ahli hingga korban.

“Seorang dokter yang terlibat dalam kasus injeksi vaksin kosong tunduk pada pasal 14, paragraf 1, Undang-Undang Wabah Penyakit Menular 1984. Status dokter adalah tersangka,” katanya.

Ditanya kapan kasus injeksi vaksin kosong itu akan disidangkan, Hadi mengatakan sedang menunggu hasil berkas penyidikan Kejaksaan Agung Sumut.

“Kami masih menunggu hasil penyidikan kejaksaan,” kata Kabag Humas Polda Sumut.

Artikel sebelumyaPolisi Karawang memeriksa 5 saksi dan menyelidiki lokasi kebakaran di sebuah pondok pesantren.
Artikel berikutnyaKementerian Hukum dan HAM Bengkulu menguasai 285 WNA.