Beranda Hukum Polisi Aceh Selatan telah menangkap dua tersangka dalam penjualan satwa dilindungi.

Polisi Aceh Selatan telah menangkap dua tersangka dalam penjualan satwa dilindungi.

Banda Aceh (ANTARA) – Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan menangkap dua tersangka penjual burung tiong emas (Gracula religiosa) jenis yang dilindungi.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho melalui Kabid Satreskrim Iptu Rajabul Asra di Aceh Selatan, Sabtu mengungkapkan, pelaku berinisial AN (35) dan MY (31).

“Para terduga pelaku ditangkap di dua lokasi di Aceh Selatan. Unit Opsnal dan Tipidter terlibat dalam penangkapan keduanya,” kata Iptu Rajabul Asra.

Iptu Rajabul Asra mengatakan, AN merupakan warga Desa Malaka, Kecamatan Klut Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan MY merupakan warga Desa Capa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Tersangka pertama yang ditangkap, kata Iptu Rajabul Asra alias AN, adalah seorang sopir, Kamis (24/3). Bersama pelaku, dua ekor burung tinong emas juga ditangkap.

“Burung yang dilindungi itu berumur sekitar empat bulan, jantan. Dan dua sangkar burung berukuran masing-masing 40 sentimeter kali 60 sentimeter,” kata Iptu Rajabul Asra.

Selain itu, kata Iptu Rajabul Asra, tim Satreskrim mendapat informasi ada lagi penjual satwa yang dilindungi. Tim bergerak ke Desa Keude Rundeng, Kecamatan Cluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, untuk menyelidiki informasi tersebut.

Setelah memastikan informasi tersebut, kata Iptu Rajabul Asra, tim Satreskrim menangkap seorang pria berinisial MY beserta barang bukti dua ekor burung tinong emas.

“Saat ini, dua pelaku ditahan di Mapolres Aceh Selatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi pihak lain yang diduga terlibat dalam penangkapan dan penjualan satwa dilindungi tersebut,” kata Asra kepada Iptu Rajabu.

Artikel sebelumyaMenurut HET, para pedagang di Wonokromo menilai Kapolres dengan harga minyak grosir.
Artikel berikutnyaMenkumham serahkan paspor kepada WNI keturunan Filipina