Beranda Hukum Polisi agama tangkap tiga sindikat antinarkoba

Polisi agama tangkap tiga sindikat antinarkoba

“Tiga tersangka kami tangkap sekaligus di bengkel RJ di Sungai Jambu, Jorong W Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung,” katanya.

Lubukbasung (ANTARA) –

Polisi Resor Agam, Sumatera Barat, berhasil menangkap tiga sindikat pengedar narkoba jenis sabu di bengkel milik salah satu tersangka di Sungai Jambu, Jorong W Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung, Kabupaten Lubukbasung pada Senin (1/8). ) sekitar pukul 17.30 WIB.

Aleysi Aubedilla, Kasat Reskrim Narkoba Polres Lubukbasung, Selasa mengatakan, ketiga tersangka berinisial RJ (22) adalah warga Pandakyan, Jorong Sikabu, Nagari Kampung Tanga, Kecamatan Lubukbasung, DS (34), seorang warga Sura Kelok, Jorong Sago, Nagari Mangopoh, Kecamatan Lubukbasung dan B.S. (38 tahun), warga Padang Subalak, Jorong Balai Satu, Nagari Mangopoh, Kec. Lubukbasung.

“Tiga tersangka kami tangkap sekaligus di bengkel RJ di Sungai Jambu, Jorong W Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung,” katanya.

Dikatakannya, RJ menerima barang bukti dari pelaku berupa tiga paket sabu siap angkut seberat total 1,54 gram yang disimpan di tempat berbeda.
Dimana dua bungkus sabu disimpan di laci di bengkelnya dan satu bungkus sabu disimpan di lemari kamarnya.
“Petugas juga menerima timbangan digital dari RJ yang disimpan di dalam kantong tisu di rumahnya, dan telepon genggam yang diduga digunakan sebagai alat komunikasi dalam transaksi narkoba,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya, petugas menyita tiga bungkus sabu dari pemerkosa, dengan total berat 9,72 gram.

Barang haram tersebut disimpan di berbagai lokasi, di mana ditemukan satu paket sabu di saku celananya dan dua paket sabu ukuran sedang ditemukan di sepatunya di rumahnya di Surau Kelok, Jorong Sago, Nagari Lubukbasung.
Selain itu, peserta juga mendapatkan barang bukti berupa telepon genggam, satu set alat hisap, uang tunai Rp 1.196.000 sabu dan lain-lain.
“Ketiga tersangka beserta barang buktinya kami bawa ke Mapolres Agama untuk diproses lebih lanjut, dan penangkapan itu berdasarkan informasi dari warga sekitar,” ujarnya.
Atas perbuatannya, tersangka RJ dan BS diancam dengan pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sementara itu, tersangka D.S. mengancam Seni. 114 ayat (2) dalam hubungannya dengan seni. 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Artikel sebelumyaSelebriti Banjarmasin ditangkap dengan 10,5 butir ekstasi
Artikel berikutnyaPKC Meminta Pengusaha untuk Tidak Menggunakan Pupuk untuk Korupsi