Beranda Hukum Polisi Bali mencari dua orang asing yang terlibat dalam pemukulan di Kuta

Polisi Bali mencari dua orang asing yang terlibat dalam pemukulan di Kuta

Denpasar (ANTARA) – Polisi di Bali memburu dua warga negara asing (WNA) yang terlibat kasus pemukulan di Kuta Utara, Bali.

“Kasus ini menyangkut empat orang asing. Kami hanya bisa mendapatkan inisial AT WNI Rusia dan KTP WNA Ukraina, dan informasi dari dua orang tersebut akan kami ambil untuk mengetahui keberadaan dua orang lagi,” kata Vadirkrimum Polda Bali kepada AKBP Suratno saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali. . , Minggu.
Dikatakannya, dua orang yang dianiaya itu masih berada di Bali. Pihaknya berharap dapat segera menangkap kedua WNA tersebut dalam waktu dekat.
Sejauh ini, dua WNA berinisial AT dan ID ditahan di Rudenim Denpasar menunggu deportasi.
Keterlibatan AT dan ID terjadi ketika terjadi sengketa persewaan sepeda motor antara ZO Warga Ukraina dengan VK Warga Ukraina.

Dia menjelaskan bahwa ketika Z.O. perselisihan muncul dengan V.K., V.K. meminta bantuan kepada P.O., yang keberadaannya masih diselidiki, untuk memanggil polisi, tetapi justru A.T. dan ID bersama dua orang asing (ZI) lainnya yang datang hingga terjadi pemukulan. .

“Menurut hasil penyelidikan awal, alasan mereka bersatu karena emansipasi sesama warga Eropa Timur. Adapun perangkat lunak, akan terlihat jika tindakannya memenuhi unsur dan bantuan, mereka akan diberikan juga, katanya.
Sebelumnya, kasus bermula pada 31 Januari 2022, ketika seorang warga negara Rusia datang berlibur ke Indonesia berinisial VK dengan inisial pacarnya V, kemudian mereka menyewa sepeda motor Honda PCX dari sebuah toko rental di Bali yang dikelola oleh kakak CEML dengan bantuan pacarnya OZ.
Saat itu VK menyewa sepeda motor selama satu bulan dari CEML, kemudian pada tanggal 1 Februari sepeda motor hilang, ada yang mencuri, dapat dilihat di kamera CCTV, ada yang mengambilnya, setelah dicuri, VK memberi tahu CEML bahwa sepeda motornya dicuri oleh seseorang.

Dilanjutkan pada 2 Februari lalu, CEML bersama OZ didampingi oleh dua warga negara asing mengunjungi kediaman VK di Lime Villa Tibubeneng dengan maksud untuk menuntut tanggung jawab karena sepeda motor hilang, mereka tentu saja mengharapkan ganti rugi, namun ketika sampai, ada sebuah kegemparan. antara CEML dan tiga orang dengan V.K. dan V. diduga menganiaya V.K.
“Saat ini, VK meminta bantuan seorang WNI berinisial PO untuk melaporkan hal ini ke polisi. Setelah 10 menit, bukan polisi yang datang, melainkan sekelompok orang asing yang menggunakan mobil Fortuner Hitam tanpa plat nomor. , mereka langsung menyeret OZ dan terjadi pemukulan,” katanya.
Terkait kejadian ini, VKontakte juga melaporkan kasus pelecehan dan penganiayaan di Polsek Kuta Utara saat OZ dituntut pertanggungjawaban atas sepeda motor.
“Karena merasa saat didekati ada yang memukul, di sisi lain OZ juga melaporkan tindak pidana pemukulan tersebut,” kata Suratno.

Artikel sebelumyaPolisi selidiki penyebab kematian WNA China di Gorontalo
Artikel berikutnyaICJR berharap RKUHP menjadikan kejahatan non-penahanan sebagai kegiatan utama.