Beranda Hukum Polisi Bogor memblokir mobil di persimpangan dengan Salabenda

Polisi Bogor memblokir mobil di persimpangan dengan Salabenda

Mobil berbalik arah menuju Parung.

Bogor (ANTARA) – Kepolisian Resor Bogor (Polresta) melakukan penyegelan kendaraan bermotor di simpang Salabend, Kecamatan Tanakh Saril, Kota Bogor untuk mengurangi pergerakan orang dari luar menuju Kota Bogor.

“Pemblokiran kendaraan bermotor di simpang Salabend merupakan bagian dari pemblokiran kendaraan di seluruh Kota Bogor. Tujuannya untuk menekan angka penularan COVID-19,” kata Kapolres Bogor Combes Paul Susatio Purnomo Condro di Salabende. perempatan jalan, Kota Bogor, Kamis.

Pemblokiran kendaraan bermotor di Simpang-Salabenda dilakukan oleh rombongan dari Polres Bogor dengan dibantu rombongan dari Polres Tanah Saril.

Selama kurang lebih dua jam, pemblokiran kendaraan dari pukul 08.30 WIB hingga 10.30 WIB membalikkan arah ratusan kendaraan yang bergerak dari Parung, Kabupaten Bogor, menuju Kota Bogor.

“Kendaraan kembali ke arah Parung,” kata Susatio.

Susatho menjelaskan, kendaraan yang masih diperbolehkan masuk Kota Bogor adalah kendaraan darurat yaitu ambulans, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan dinas.

Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor terus memblokir kendaraan bermotor yang melaju ke Kota Bogor dalam upaya mengurangi mobilitas penduduk, kata Susati.

Gugus tugas terus menekan mobilitas penduduk hingga mencapai 50 persen guna menekan penularan COVID-19 di Kota Bogor yang jumlah kasusnya masih tinggi.

Susatyo menambahkan, dalam rapat online evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Bali yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjitan pada Selasa (7/7), Menko Marves memberikan pengarahan kepada daerah-daerah di Jawa Bali yang menerapkan PPKM Darurat kepada terus mengurangi mobilitas masyarakat.

Pak Lukhut menginstruksikan daerah-daerah yang menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali untuk terus membatasi mobilitas penduduk tidak hanya di jalan utama, tetapi juga di dua ruas, dan melakukan patroli di kawasan pemukiman. Patroli ini harus memastikan bahwa orang-orang dengan protokol kesehatan mengikuti. Unit ini juga bertugas memperkuat PPKM Mikro hingga ke level residensial,” ujarnya.

Artikel sebelumyaGolkar Kalsel lakukan vaksinasi massal terhadap COVID-19
Artikel berikutnyaPemerintah dan DPR Sepakat Amandemen UU Otonomi Khusus Papua