Beranda Hukum Polisi: Doni Salmanan Dilaporkan Terlibat UU ITE

Polisi: Doni Salmanan Dilaporkan Terlibat UU ITE

Jakarta (ANTARA) – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Departemen Humas Polri, Brigjen Paul. Ahmad Ramadan mengatakan Bareskrim Polri telah menerima laporan polisi yang menyatakan bahwa Doni Salmanan, “orang kaya yang gila-gilaan” dari Bandung, terkait tindak pidana UU ITE.

Ramadan mengatakan, laporan polisi itu berada di bawah kewenangan Direktorat Kejahatan Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

“Terkait laporan DS, memang benar sudah ada laporan ke Bareskrim Polri dan kasusnya sedang dalam penyelidikan penyidik ​​Dittipidsiber Polri,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta. di hari Rabu.

Seperti diketahui, kasus penipuan investasi di aplikasi Binomo ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Dalam kasus ini, satu orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Indra Kenz, “kaya gila” dari Medan.

Brigjen Wisnu Hermawan, Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, mengatakan ada beberapa korban yang melaporkan Doni Salaman ke Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Meski laporan ditangani oleh departemen yang berbeda, Whisnu memastikan proses investigasi Binomo tetap berjalan. Dan bisa menyelidiki Doni Salmanan yang terkait dengan Binomo.

“Tidak apa-apa, Cyber ​​bisa menyelidiki, kita juga bisa menyelidiki (untuk) mengembangkannya,” kata Wisnu.

Wisnu mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan tersangka lain terkait keterlibatannya dengan memeriksa keterangan saksi-saksi lain.

Untuk menetapkan tersangka, lanjut Wisnu, berdasarkan aturan yang berlaku seperti penangkapan, maka ada dua alat bukti yang sah.

“Jika dia memenuhi unsur-unsur, kami akan menangkap mereka, menahan mereka. Jika tidak, kami akan memeriksanya. Ada beberapa saksi cabang yang lain, kita akan periksa apakah sesuai dengan unsurnya atau tidak, apakah sesuai dengan unsurnya, pasti kita tangkap dan tahan,” ujarnya.

Wisnu mengaku sudah mengantongi dua cabang lainnya untuk diinterogasi sebagai saksi Binomo. Doni Salmanan tidak termasuk dalam dua saksi tersebut.

dua nama cabang berdasarkan pengembangan penelitian yang sedang berlangsung.

“Ya, kami mungkin memiliki dua lagi, menurut saksi,” katanya.

Artikel sebelumyaMenjadi tersangka, Nurhayati tetap pada tradisi menggergaji
Artikel berikutnyaCasal: Perang Rusia-Ukraina tidak mempengaruhi operasi sistem pertahanan udara TNI AL