Beranda Hukum Polisi Jawa Tengah menyangkal mengintimidasi warga Vadas agar menyetujui penambangan

Polisi Jawa Tengah menyangkal mengintimidasi warga Vadas agar menyetujui penambangan

Purworeho (ANTARA) – Kabag Humas Polda Jateng Kombes Paul M Iqbal Alkudusi membantah ada masalah dengan warga Desa Wadas, Kabupaten Purworeho yang dipaksa pihak berwajib menandatangani perjanjian penambangan. andesit sebagai bahan konstruksi bendungan Bener.

Iqbal Alkudusi di Purworejo, Kamis, mengatakan saat ini prosesnya adalah pengukuran lahan dan bukan permintaan warga untuk menyetujui proyek Bendungan Bener.

“Tidak ada warga yang takut meminta persetujuan proyek Bendungan Bener. Proyek Bendungan Bener saat ini sedang berlangsung. Daerah Vadas digunakan untuk penambangan material andesit. .

Ia mengaku langsung menghubungi petugas yang bertugas.

“Ternyata dia tidak ada sama sekali. Ini juga bisa dicek ulang dengan kepala desa atau camat. Saya yakin jawabannya akan sama,” katanya.

Aksi gotong royong di lapangan saat ini bertujuan untuk mendinginkan suasana dan membantu tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo yang melakukan pengukuran tanah warga yang akan dibebaskan, katanya.

“Pihak berwenang juga membagikan ratusan paket bansos kepada warga berupa sembako. Ini dilakukan semata-mata karena kita juga bagian dari mereka. Kami memiliki empati yang besar kepada masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini banyak warga Vadas yang sudah sepakat untuk membeli tanah mereka untuk keperluan penambangan batu andesit.

Progres pengukuran lahan terbaru hampir 90 persen. Kendala utama di kawasan ini adalah banyak pemilik tanah yang tinggal di luar kota.

“Ada yang di luar kota. Bahkan ada yang di luar pulau,” jelasnya.

Sejauh ini, pemilik lahan belum merasakan teror maupun tekanan dari pihak berwenang. Mereka bahkan meminta agar dilakukan pengukuran di lapangan oleh BPN didampingi tim gabungan.

“Ada juga warga yang meminta tanahnya segera diproduksi agar kasusnya bisa cepat selesai,” ujarnya.

Iqbal menegaskan, memang ada pro dan kontra terkait pembebasan lahan di Vadas. Namun, dia memastikan tidak ada tekanan dari pihak berwenang agar warga menyetujui pembangunan proyek bendungan Bener atau pembebasan lahan.

“Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih dan memilah informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait isu pembangunan bendungan Bener dan permasalahan di Vadas. Banyak dari mereka yang menyesatkan dan tidak benar,” katanya. dikatakan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Desa Vadas Fakhri Setianto mengatakan usai penahanan sejumlah orang pada Selasa (8/2), aktivitas warga berjalan seperti biasa.

“Aktivitas warga biasa saja, anak-anak tetap sekolah, dan sebagian besar masyarakatnya adalah petani yang juga pergi ke sawah,” ujarnya.

Ia melaporkan, sejumlah warga yang diamankan polisi sudah dipulangkan pada Rabu (9/2) sore.

Artikel sebelumyaDua tersangka korupsi benih jagung di Lampung divonis 64 bulan penjara
Artikel berikutnyaPengadilan menjelaskan, penyelesaian kasus RPO dan SKLS memakan waktu 2,97 bulan.