Beranda Hukum Polisi membawa kematian mahasiswa UNS ke tahap penyidikan

Polisi membawa kematian mahasiswa UNS ke tahap penyidikan

Solo (ANTARA) – Polres Surakarta menaikkan status dari penyidikan menjadi penyidikan atas tewasnya mahasiswi Universitas Gilang Sebelas Maret (UNS) Andy Saputra (23) usai mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar resimen mahasiswa (Diklatsar Menwa) di Jurug Jebres. Solo.

“Status penyidikan ditingkatkan setelah kami memeriksa 18 saksi atas kejadian tersebut,” kata Kapolsek Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak di Solo, Selasa.

Mereka yang diinterogasi, kata Kapolsek, terdiri dari dosen, peserta dan instruktur di Pusdiklat Menwa UNS, yang berlangsung sejak Sabtu (23.10) hingga Minggu (24.10).

Ia mengatakan pihaknya telah mengirimkan Surat Perintah Penyelidikan (ICO) kepada kejaksaan untuk melakukan serangkaian penyidikan dan penyidikan. Namun, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami masih mengumpulkan bukti terkait dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian korban. Orang tua korban melaporkan hal ini ke Polsek Surakarta pada Senin (25/10) sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Kapolsek.

Tim penyidik ​​terus melakukan serangkaian penyidikan dengan dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Rektor UNS Prof. Jamal Vivoho dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Ahmad Yunus.

“Kami memiliki dukungan penegakan hukum UNS yang profesional, transparan dan akuntabel,” katanya.

Satrekrim Polresta Surakarta sebelumnya menyelidiki kematian seorang mahasiswa UNS setelah mengunjungi Balai Diklat Menwa di Jurug Jebres Solo, Minggu (24/10).

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Johan Andika mengatakan, pihaknya masih menunggu otopsi jenazah Andy Saputra dari keluarga korban.

Artikel sebelumyaKadishub memastikan bus Transjakarta yang jatuh dapat diservis
Artikel berikutnyaKonser Adele di Hyde Park London pada 2022