Beranda Hukum Polisi mengatakan para peretas Setkab ingin mencari untung.

Polisi mengatakan para peretas Setkab ingin mencari untung.

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menangkap dua peretas di situs web Kantor Kabinet (Setkab), yakni BS alias Zyy (18) dan MLA (17), keduanya dilatarbelakangi peretasan untuk keuntungan ekonomi. …

“Motif kedua penjahat itu adalah upaya peretasan untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual ‘skrip backdoor’ dari ‘situs web’ yang ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan,” kata kepala departemen informasi publik (Kabagpenum) departemen hubungan masyarakat Biro Nasional. Kompol Paul Ahmad Ramadan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin.

Dikutip dari internet, pintu belakang itu adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi atau jaringan tanpa harus menangani proses otentikasi.

Dua penjahat ditangkap secara terpisah, B.S. (18) ditangkap Kamis (5 Agustus) di rumahnya di Nanggalo Padang, Sumatera Barat. MLA alias Lutfifake itu kemudian ditangkap keesokan harinya, Jumat (8 Agustus) di Kecamatan Pasar Baru Nagari, Regensi Dharmasraya, Sumatera Barat.

Ramadan mengabarkan bahwa ML telah meretas situs Sekretariat Republik Indonesia pada Sabtu (31 Juli). Kemudian bypass BS dengan cara meretas halaman www.setkab.go.id, salah mengubah tampilan halaman sehingga halaman atau situs tidak bisa digunakan dan akan muncul tulisan “pwnndbyzyylutfifake”.

Gambar di situs web juga berubah menjadi seorang pemuda yang menutupi wajahnya dengan bendera merah putih yang dibawanya.

“BS diketahui telah meretas sekitar 650 situs di dalam dan luar negeri,” kata Ramadhan.

Ketika ditanya berapa untung atau biaya jual belinya? skrip pintu belakang situs web diretas oleh penjahat, Ramadhan tidak menjawab.

Atas perbuatannya, dua orang pelaku dijerat dengan pasal 46 ayat (1), (2) dan (3) pasal 46 ayat (1), (2) dan (3) Pasal 30 ayat (1). Pasal 48 terkait Pasal 32 ayat (1) dan Pasap 49 juchto pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tersangka BS ditahan di Bareskrim Polri, dan ML yang masih di bawah umur ditahan di Unit Perlindungan Anak Chipayung, Jakarta Timur.

Artikel sebelumyaMPR: Ormas Islam terus berkontribusi membangun peradaban
Artikel berikutnyaRatusan ikan mati dan limbah industri diduga mencemari kolam warga