Beranda Hukum Polisi musnahkan 18,5 kg ganja dari tersangka ibu di Palembang

Polisi musnahkan 18,5 kg ganja dari tersangka ibu di Palembang

“Petugas menemukan satu kantong ganja kering yang dibungkus lakban berwarna cokelat muda di dalam kantong hitam yang dibawa tersangka Riya,” katanya.

Palembang (ANTARA). Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan memusnahkan 18,5 kg ganja yang disita dari seorang tersangka ibu rumah tangga di Palembang.

Joko Lestari, Wakil Direktur AKBP Bareskrim Polda Sumsel di Palembang, Rabu, mengatakan barang bukti ganja milik tersangka bernama Sapriya alias Ria, 40 tahun, warga Palembang, dimusnahkan dengan cara dibakar dengan bahan bakar minyak. .

Pemusnahan ganja kering dilakukan secara terbuka oleh polisi di Mapolres Sumsel.

Pada saat yang sama, lanjutnya, pemusnahan dilakukan bersama barang bukti fisik narkoba lainnya yang disita, yakni sabu seberat 1.856 kilogram.

“Barang bukti diperoleh dari 14 tersangka yang ditangkap dalam dua bulan terakhir, salah satunya memiliki ria ganja kering sebanyak 18,5 kilogram,” katanya.

Apalagi bagi tersangka Ria, menurut dia, ini salah satu hasil kasus yang bisa dibanggakan, karena dalam penangkapan itu dimungkinkan untuk memperoleh bukti adanya narkoba dalam jumlah yang cukup besar tahun ini. .

Joko menjelaskan, tersangka Ria ditangkap oleh stafnya saat turun di halte ALS AKAP di kawasan jalan Soekarno-Hatta Palembang pada awal Juli 2022.

“Petugas menemukan satu kantong ganja kering yang dibungkus lakban berwarna cokelat muda di dalam kantong hitam yang dibawa tersangka Riya,” katanya.

Sebelum penangkapan, staf menerima informasi tentang dugaan praktik penyelundupan narkoba lintas batas dan peningkatan pengawasan di daerah tersebut.

“Setidaknya 30.390 jiwa anak negeri telah terselamatkan dari penemuan obat ini,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Ria yang dibawa untuk dimusnahkan mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa tas yang dibawanya di dalam tasnya berisi ganja.

Sebab, kata dia, paket tersebut berasal dari seorang teman di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, yang diketahuinya berisi gula merah.

“Saya dititipkan tas beserta uang saku 700 ribu rupiah dari teman saya, isinya gula merah. Saya baru mengetahui isinya ganja setelah polisi memeriksa tas yang disimpan di bagasi bus,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka diduga melanggar pasal 112 Undang-Undang Narkotika yang diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Artikel sebelumyaPolres Malang memasang sirine rotator di perlintasan kereta api
Artikel berikutnyaSiswa terpaksa belajar di tempat parkir karena atap sekolah rusak parah