Beranda Hukum Polisi selidiki insiden keracunan massal di Takalar, Sulawesi Selatan

Polisi selidiki insiden keracunan massal di Takalar, Sulawesi Selatan

Masih dalam penyelidikan. Tim investigasi kriminal masih mengumpulkan data dan lain-lain.

Makassar (ANTARA) – Polisi langsung mengusut kasus keracunan massal usai menghadiri pemakaman di rumah duka, Desa Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Gelesong Utara, Regensi Takalar, Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan).

“Ini masih proses penyidikan. Bareskrim masih mengumpulkan data dan data lainnya. Fokusnya saat ini adalah menyelamatkan warga,” kata Kapolres AKBP Takalar Beni Murgayanto saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Sabtu.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban yang mengonsumsi nasi dosh usai menghadiri upacara pemakaman di rumah duka almarhum Syahrul, Rabu (29 September), termasuk mengambil sampel makanan yang dipesan melalui katering untuk penyelidikan lebih lanjut. …

“Untuk saat ini datanya masih dalam pendataan. Sekitar 55 warga dibawa ke rumah sakit dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dan satu orang meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Makassar,” ujarnya singkat.

Humas Polda Sulsel Kombes Paul E. Zulpan dalam keterangan persnya membenarkan telah terjadi keracunan massal di Takalar. Seorang warga yang keracunan dinyatakan meninggal.

“Salah satu korban keracunan dinyatakan meninggal hari ini, sekitar pukul 09.20 WITA yakni HR (8). Korban dirawat di RSUD Labuang Baji Makassar, warga Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Regensi Takalar,” ujarnya. lagi…

Saat ini, para korban keracunan telah dievakuasi ke klinik dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, sebagian warga memilih untuk dirawat di rumahnya karena takut tertular COVID-19 jika dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan data yang diterima, jumlah korban keracunan mencapai 102 orang, dan seorang anak berusia 8 tahun bernama Haeril dinyatakan meninggal dunia saat berada di RS Labuang Baji.

Suasana rumah warga pasca keracunan massal di Desa Pangkajene, Desa Pakkaba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Dokumentasi kepolisian ANTARA/HO-Takalar.

Kepala Dinas Kesehatan Takalar, Dr Rahmavati, juga membenarkan keracunan tersebut setelah warga memakan makanan mereka setelah menghadiri upacara pemakaman di rumah duka. Ia juga membenarkan bahwa seorang anak bernama Haeril, 8 tahun, meninggal di RS Labuang Baji karena kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

Tim Dinas Kesehatan langsung bergerak mengejar warga yang menunjukkan gejala, demam dan diare akut, bahkan ada yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit agar jumlah korban tidak bertambah.

Terkait kejadian tersebut, Ditkes Takalar langsung memberikan shelter khusus kepada dua rumah sakit daerah yaitu RS Haji Pajong Daeng Ngalle dan RS Kia Zainab Takalar, selebihnya dikirim ke RS Kota Makassar.

Sebelumnya, keluarga mendiang Syahrul menggelar taqziya pada Rabu malam, 29 September 2021, dan menyiapkan 250 takaran nasi. Usai takzia, mereka membagikan seporsi nasi kepada warga. Ada yang langsung makan, ada pula yang dibawa pulang oleh warga.

Sejak Kamis (30.09) hingga Jumat (1/10), banyak warga yang mengalami diare atau demam akut, dan sebagian warga berobat ke Aeng Tov Medical Center setempat. Kemudian pada Sabtu (2/9) salah satu anak bernama Haril yang memakan makanan tersebut dilarikan ke RS Labuang Baji, namun akhirnya tidak terselamatkan.

Artikel sebelumyaNarapidana teroris bersumpah setia kepada Republik Indonesia
Artikel berikutnyaPenandatanganan APBD KUA PPAS Jember Berarti Gangguan