Beranda Hukum Polisi tahan teroris yang membagikan wafel dengan benda tajam di Jember

Polisi tahan teroris yang membagikan wafel dengan benda tajam di Jember

Jember, Jawa Timur (ANTARA). Polres Jember menangkap seorang teroris yang menyajikan jajanan wafel dengan benda tajam yang dimasukkan ke dalam tubuh anak-anak di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Penjahat berinisial AB (42), yang tinggal di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP), adalah warga Jalan Mangis, Desa Jember Lor, ditangkap di salah satu kios di depan Dr Arya Vigun di Lokal Mabes Polri, Selasa.

Saat diinterogasi oleh petugas, lanjutnya, pelaku kriminal A.B. mengakui perbuatannya dengan menyajikan dan mengemas makanan ringan berupa wafel superstar yang mengandung seng, kawat, dan pecahan besi lainnya.

Setelah polisi menangkap pelaku, petugas Satreskrim Resmob bersama anggota Polsek Patranga melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah A.B.

“Akibatnya, ditemukan beberapa bahan dan alat masak yang mengandung pecahan benda tajam berbahaya, sehingga polisi juga mengamankan barang bukti,” katanya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa lima buah wafel merek Super Star berisi benda tajam berbahaya, tiga buah gunting, satu buah pemotong kawat, satu buah tang, satu buah toples kecil seng, dan sejumlah kawat. jenis paku dan bahan lainnya, besi lainnya, 2 korek api dan 1 kotak untuk memasak.

Serangan teroris yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal dengan membagikan makanan ringan dengan memasukkan benda tajam itu terjadi pada Sabtu (31/7) pukul 10.30 WIB.

Saat itu, ada seorang anak laki-laki berusia enam tahun di tempat kejadian, yang didekati oleh seorang pria tak dikenal dan bermaksud memberikan tiga makanan ringan berupa wafel, tetapi anak itu tidak mau menerima hadiah itu.

“Karena tidak mau, pelaku langsung melemparnya ke teras panti asuhan yang merupakan rumah Pak Yassin, dan langsung meninggalkan lokasi kejadian,” ujarnya.

Makanan itu ditunjukkan kepada saudaranya dan dibuka untuk dicicipi, tetapi kemudian dia muntah karena merasa ada sesuatu yang padat di dalam makanan pembuka, dan untungnya anak itu tidak menelannya.

Setelah ibunya mengetahui ada benda tajam berbahaya di dalam makanan tersebut, keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke polisi SPKT Patrang.

“Setelah menerima laporan itu, polisi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaku AB masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik ​​Satreskrim Polres Jember, dan pelaku akan dijerat dengan Pasal 204 KUHP tentang barang berbahaya dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, A.B. Penyidik ​​Polri mengaku benda tajam seperti silet, paku, seng dan lain-lain menjadi alasan pembagian jajanan untuk melawan bala bantuan.

Artikel sebelumyaMajelis Pakar Alkahiraat: Habib Saggaf Teladan Seorang Ulama Sulawesi Tengah
Artikel berikutnyaKejaksaan Agung Aceh Selidiki Korupsi Perolehan Sertifikat Tanah untuk Masyarakat Miskin