Beranda Hukum Polisi tangkap 24 pengedar selebaran provokatif di Blore

Polisi tangkap 24 pengedar selebaran provokatif di Blore

Semarang (ANTARA) – Polres Blora, Jawa Tengah, membagikan 24 selebaran provokatif berbahasa Jawa yang menjadi perhatian masyarakat.

Kapolsek Blora AKBP Wirqga Dimas Tama, dalam siaran pers di Semarang, Kamis, mengatakan 24 orang telah dibebaskan menyusul permintaan maaf atas tindakan mereka.

“Total 24 orang ditahan di tiga tempat di kawasan Kedungtuban,” katanya.

Ia menjelaskan, pembuatan selebaran provokatif itu dimulai saat warga berkumpul di rumah warga di desa setempat.

“Mereka punya ide spontan yang kemudian ditulis dalam bahasa Jawa,” ujarnya.

Selebaran itu mengatakan bahwa semua aset negara adalah milik nenek moyang mereka dan mereka akan diminta kembali dengan cara perampokan.

Selebaran tulisan tangan itu kemudian dikalikan menjadi 1.500 lembar dan dibagikan ke 8 kabupaten di Blore.

Berdasarkan hasil penyelidikan, 24 orang yang diduga terlibat dalam penyebaran selebaran provokatif itu ditahan di tiga tempat berbeda.

“Hasil koordinasi dengan forkopimda, akhirnya 24 orang dibebaskan menyusul permintaan maaf kepada pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Bahkan, 24 orang juga mendapat bantuan paket sembako.

Kapolsek menelepon 24 warga yang salah paham.

Artikel sebelumyaAhli: Keputusan Mahkamah Agung tentang seragam sekolah didasarkan pada satu interpretasi tertentu.
Artikel berikutnyaTiga Operator Buka Layanan 5G, Menkominfo: Pemerintah Siapkan TKDN 5G