Beranda Hukum Polisi Tangkap Ratusan Pencuri Tablet SMKN 5 Jember

Polisi Tangkap Ratusan Pencuri Tablet SMKN 5 Jember

…diduga ada orang dari SMKN 5 Jember yang melakukannya.

Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Tim Resmob Sukorambi bersama Tim Resmob Polres 1 Kota Jember menangkap pelaku pencurian ratusan tablet di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan kerusakan, sehingga diduga ada oknum di dalam SMKN 5 Jember yang melakukannya,” kata Bareskrim Polres Sukorambi Aypda Teguh Siswanto di Jember. , Rabu.

Menurut dia, polisi melakukan penyelidikan tambahan atas hilangnya ratusan tablet yang disimpan di sekolah tersebut, karena tidak ditemukan kerusakan.

“Akhirnya, polisi berhasil mengumpulkan barang bukti bersama tersangka pencurian BY (34), yang merupakan pegawai honorer SMK Negeri 5 Jember.

Berdasarkan hasil keterangan tersangka kepada penyidik, pelaku meminum pil tersebut secara bertahap mulai Januari hingga awal Oktober 2021, kemudian dijual untuk biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

Kepala SMKN 5 Jember Sutikno mengatakan, sekitar 378 tablet Advan tipe 8001 milik SMKN 5 Jember hilang. Padahal, ratusan tablet tersebut merupakan bantuan belajar siswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia pada tahun 2019.

“Awalnya saya menduga tumpukan kotak pil Advan tiba-tiba muncul, menumpuk hingga 10 tumpukan, padahal sebelumnya pil itu disimpan di brankas sekolah,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kotak pil ditumpuk hingga 10 kotak, dan tumpukan yang terlalu banyak dapat merusak tumpukan bawah karena satu kotak berisi 10 unit.

“Saat saya cek, kotak-kotak itu kosong dan hanya tumpukan. Memang tablet tidak digunakan karena siswa masih belajar dari rumah, tapi ada yang dipinjam, tapi semua tercatat dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, satu boks berisi kurang lebih 10 butir pil, dan di sekolah ada sekitar 80 boks, namun ada sekitar 30 boks pil yang hilang, sehingga total ada sekitar 378 butir pil yang dicuri.

“Kami melaporkan kejadian itu ke kepala sekolah dan kemudian mengirimnya ke Polsek Sukorambi,” katanya.

Artikel sebelumyaAktor dan perancang teater Gunawan Marianto meninggal dunia
Artikel berikutnyaDNRD Tanjungpinang Tolak Rancangan Amandemen APBD KUA-PPAS 2021