Beranda Hukum Polisi telah menetapkan tiga tersangka pemukulan petugas medis di Bandar Lampung

Polisi telah menetapkan tiga tersangka pemukulan petugas medis di Bandar Lampung

Bandarlampung (ANTARA) – Polres Bandarlampung menetapkan tiga tersangka pemukulan terhadap tenaga medis di Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung, Minggu (7 April) lalu.

“Kami membuka kasus dan menetapkan tiga tersangka penganiayaan terhadap tenaga medis di Puskesmas Kedaton, yakni berinisial A, NV dan DD,” kata Kepala Satreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana di Bandarlampung, Sabtu. …

Ia menjelaskan, penyidikan yang dilakukan penyidik ​​Polres Bandarlampung berdasarkan barang bukti yang diperoleh, seperti video yang viral di media sosial dan barang bukti lainnya, yakni kacamata dan batu yang tertinggal di TKP, mengarah pada tiga pelaku.

“Bukti ini adalah petunjuk langsung di mana ketiganya berada di tempat kejadian pada saat itu. Untuk kesaksian batu ini, video menunjukkan bahwa seseorang akan mengambil sesuatu, ternyata dia mengambil batu itu, ”katanya. …

Ia mengatakan bahwa ketiga penjahat tersebut memiliki peran dalam penganiayaan terhadap tenaga medis: Saudara A dan NV memukuli korban, dan D. menahan tenaga medis.

Kompol Reskiy menegaskan, tiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Saat ini kami masih memprosesnya dan meminta informasi dari ketiganya,” katanya.

Adapun tersangka A yang beberapa waktu lalu membuat kontra laporan mengatakan semuanya diproses, tetapi dalam kasus yang dilakukan ada bukti yang tidak dapat menemukan apa yang ada dalam pikiran pelaku.

“Selain itu, tim penyidik ​​juga tidak menemukan adanya tindak pidana. Karena mereka tidak menemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana. Oleh karena itu, laporan A tidak dapat diandalkan secara hukum, ”katanya.

Sebelumnya, seorang tenaga medis asal Bandar Lampung menjadi sasaran kekerasan sejumlah orang saat terjadi aksi piket, Minggu (4/7). Kejadian bermula saat pelaku hendak meminjam tabung oksigen di Kedaton Medical Center dengan alasan orang tuanya sedang sakit di rumah, namun pihak paramedis tidak mengizinkan karena tidak membawa pasien ke lokasi.

Artikel sebelumyaGMNI dan Polri melakukan vaksinasi terhadap COVID-19
Artikel berikutnyaNilai-nilai LaNhalla seniman budaya membutuhkan bantuan khusus selama PPKM