Beranda News Politisi PD: Meretas kritik kebebasan sipil

Politisi PD: Meretas kritik kebebasan sipil

Jakarta (ANTARA). Meretas sejumlah aktivis, kelompok jurnalistik dan mahasiswa yang mengkritik pemerintah dipandang sebagai cara untuk menekan kebebasan sipil, kata politisi senior Partai Demokrat (PD) Rahland Nasheedik.

Rahland, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, menjelaskan pembobolan data pribadi para kritikus itu kemungkinan bukan suatu kebetulan karena peristiwa itu membentuk pola yang sistematis.

“Setiap kali ada kontroversi publik yang disebabkan oleh kritik warga terhadap otoritas politik, kritik itu selalu diretas. Dulunya mahasiswa UGM, wartawan TEMPO, dan sekarang BEM UI. Kesimpulannya, kejadian ini bisa jadi sistematis, ”kata Rachland.

Menurut dia, peretasan yang dilakukan dengan mengambil data pribadi dan melanggar kerahasiaan warga negara, terutama kritikus, berpotensi melanggar hak kebebasan berekspresi warga negara.

Jika ini benar, kata Rachland, maka ada masalah serius yang harus menjadi perhatian umum.

“Saya kira ini tidak bisa dianggap enteng. Siapapun bisa selamat dari kejadian ini, termasuk partai politik koalisi pemerintah dan anggota DPR,” kata Rachland.

Oleh karena itu, ia berharap parpol mampu membujuk kadernya di DPR RI untuk menyuarakan masalah peretasan.

“Penting bagi setiap parpol untuk menggunakan fraksinya di DPR untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai mereka menjadi korban hanya karena punya pilihan politik lain,” jelasnya.

Dia menambahkan, anggota dewan harus curiga bahwa peretas bukanlah warga biasa, karena mereka membutuhkan alat dan modal khusus untuk meretas secara sistematis.

Sebelumnya pada Senin, pihak tak dikenal meretas akun WhatsApp sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Artikel sebelumyaSimultan Bangun Infrastruktur Digital, Menkominfo Target 200 Ribu Masyarakat NTT Terliterasi
Artikel berikutnyaWakil Ketua PKC Nurul Gufron Dites Positif COVID-19