Beranda Hukum Polres Ketapang Masih Selidiki Pelemparan Molotov Cocktail ASN

Polres Ketapang Masih Selidiki Pelemparan Molotov Cocktail ASN

Itu benar, dan pelakunya masih dalam penyelidikan.

Pontianak (ANTARA). Polisi Resor Ketapang masih menyelidiki AP, seorang pegawai negeri sipil (ASN) berusia 45 tahun dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang melemparkan botol berisi cairan bahan bakar ke halaman Pendopo Bupati Ketapang pada Selasa pagi.

Kapolsek Ketapang AKBP Jani Permana SIK MH, melalui Bareskrim AKP Primastya SIK membenarkan adanya peristiwa pelemparan botol BBM.

“Benar, dan pelaku masih dalam penyelidikan,” kata Kepala Bareskrim melalui pesan dari Humas Polres Ketapang, Selasa malam.

Kasat menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat pelaku tiba di Pendopo Bupati Ketapang dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam.

Mendekati pintu masuk pendopo, pelaku sempat bertemu dengan ketua BCP Ketapang, Paul Muslim yang langsung meninggalkan pendopo.

Beberapa waktu kemudian, pelaku kembali ke Pendopo dan kemudian langsung memarkirkan sepeda motornya di halaman Pendopo Bupati Ketapang. Saat itu, pelantikan dan pelantikan Pengurus Pemerintah Daerah Ketapang berlangsung di aula.

Setelah pelaku memarkir sepeda motornya, ia membuka jok sepeda motor untuk mengambil botol. Belakangan ternyata botol itu berisi bahan bakar dengan sumbu kain yang disiapkan oleh penjahat. Pelaku mengambil korek api, membakar sumbu dari botol dan melemparkannya ke lokasi peresmian perwakilan pemerintah setempat.

Akibat lemparan tersebut, botol pecah dan menimbulkan kebakaran yang kemudian dipadamkan oleh anggota Satpol PP dengan bantuan AUAR.

Kasat Paul P.P. Muslimin segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ketapang. Beberapa saat kemudian, petugas Polsek Reskim Ketapang, Satgas Piket SPKT Siaga dan Polsek Delta Pawan langsung datang ke lokasi.

“Pelaku langsung diamankan polisi resor tanpa perlawanan. Selain itu, pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Ketapang. Pelaku saat ini berada di Polsek Ketapang dan belum diketahui motifnya. diselidiki dengan pemeriksaan, ”kata Invisible Man.

Artikel sebelumyaMAKI nantikan aksi nyata perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura
Artikel berikutnyaHofifa minta KPID serius lawan hoaks media sosial