Beranda Hukum Polres Pasaman Sumbar Mediasi Video Kekerasan Pelajar

Polres Pasaman Sumbar Mediasi Video Kekerasan Pelajar

Selama bekerja, kami juga melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti dan informasi.

Simpang Empat, – (ANTARA) – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumatera) memediasi viral video kekerasan yang melibatkan siswa SMP Negeri 4 Pasaman, memperkenalkan orang tua pelaku dan korban serta pihak yang melihat dugaan kejadian tersebut. kekerasan.

Kapolsek Pasaman Barat AKBP M. Aries Purvanto didampingi Bareskrim AKP Fetrizal, Selasa di Simpang Empat, mengatakan telah dilakukan mediasi, namun belum ada kesepakatan.

“Selama bekerja, kami juga akan melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti dan informasi,” katanya.

Menurut dia, mediasi yang dilakukan pada Senin (27/9) itu menyangkut Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Polres Pasaman Barat.

Mediasi melibatkan orang tua korban YH (14 tahun), orang tua tersangka pelaku MR (16 tahun) dan MA (14 tahun), direktur sekolah Wali Nagari (kepala esa) Aya Gadang, kepala Jorong Batang Umpai, dan Kepala Jorong Tongar Nagari Linkuang Aua …

Pihaknya telah memanggil beberapa tokoh yang terlibat dalam mengungkap kasus yang viral di media sosial terkait kekerasan terhadap anak.

“Kami mendengarkan tanggapan masing-masing pihak untuk memberikan kontribusi dan berharap kasus ini dapat diselesaikan,” katanya.

Meski mendengarkan pernyataan masing-masing pihak, mereka belum menemukan titik temu.

“Proses mediasi akan kami lanjutkan di lain waktu. Kami menawarkan kedua belah pihak untuk menyelesaikannya secara damai, ”katanya.

Namun, kata dia, PPA Bareskrim Polres Pasaman Barat akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan, misalnya meminta keterangan dari pelaku dan korban, serta dari saksi yang melihat kejadian tersebut.

“Sesuai dengan ketentuan undang-undang, penyidikan anak termasuk dalam sistem peradilan anak, kami akan melakukan rujukan, yang akan melibatkan lembaga pemasyarakatan Bukittinggi, pekerja sosial perlindungan anak dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Advokasi Hak Perempuan dan Anak,” ujarnya.

Sebuah video sebelumnya tentang dugaan kekerasan menjadi viral di media sosial terhadap seorang siswa oleh sekelompok siswa di perkebunan kelapa sawit Ayia Gadang di kabupaten Pasaman.

Video tersebut viral di media sosial, yang diunggah ke akun Facebook dengan nama panggilan Adi Abadi Adi.

Unduhan berisi header yang perlu diproses secara legal, Pasbar Aia Gadang SMP 4.

Dalam video berdurasi 2,50 menit itu, terlihat seorang siswi berseragam SMP dikeroyok oleh dua orang: satu mengenakan pakaian biasa dan satu lagi masih mengenakan seragam sekolah yang sama.

Video tersebut memperlihatkan pemukulan dalam perjalanan menuju perkebunan kelapa sawit. Tersangka terlihat menjatuhkan korban hingga terjatuh.

Pada saat yang sama, diketahui bahwa korban berusaha menghindari pukulan tanpa melawan.

Artikel sebelumyaAdvokasi Polres Sukabumi Lakukan Tindakan Disiplin Dan Penertiban
Artikel berikutnyaKapolri mengumumkan niatnya untuk merekrut petugas PKC yang belum lulus TWK untuk menjadi ASN Polri.