Beranda Warganet Polres Pekalongan Pasang Stiker Vaksinasi di Rumah Pemudik

Polres Pekalongan Pasang Stiker Vaksinasi di Rumah Pemudik

Kami bekerja sama dengan Babinsa dan pemerintah kecamatan untuk mengumpulkan data dan memasang stiker.

Pekalongan (ANTARA) – Kepolisian Resor Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menempelkan stiker jumlah pemudik dan status vaksinasinya di rumah agar pemudik bisa mengetahui sudah divaksinasi atau tidak selama perjalanan pulang.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi di Pekalongan, Minggu, mengatakan pendataan dan pembubuhan stiker merupakan program Polda Jateng yang harus dipenuhi semua jajaran.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Operasi Candi Lilin tahun 2021, terkait dengan penyelenggaraan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Makanya kami kirim bBabinkamtibmas untuk pendataan pemudik sekaligus menempelkan stiker di rumahnya,” ujarnya. …

Pendataan dan penerapan stiker dilakukan di rumah di Kecamatan Pekalongan Utara dalam rangka menekan penyebaran COVID-19, ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dalam aksi ini, petugas juga mencatat tanggal kedatangan dan kepulangan pemudik yang berada di kawasan Kota Pekalongan.

“Kami bekerja sama dengan Babinsa dan pemerintah kecamatan untuk mengumpulkan data dan memasang stiker. Tujuan kami adalah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Kapolsek Pekalongan Utara AKP Joko Hendro Sulistio mengatakan stiker tersebut mencantumkan rincian jumlah pemudik di rumah tersebut, serta apakah mereka sudah divaksinasi atau tidak.

“Melalui pendataan dan pemasangan stiker, diharapkan pemudik yang masuk dan keluar dapat terdata sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Pulang kampung Agus Tina Nita (26) mengatakan, dirinya dan keluarganya datang ke Kota Pekalongan untuk menghadiri pernikahan kakaknya dan merayakan liburan Natal.

“Kami sudah berada di Pekalongan sejak 23 Desember 2021 dan rencananya akan kembali pada 30 Desember 2021. Kami vaksin dan tes antigen dan hasilnya negatif,” kata seorang warga Tangerang.

Artikel sebelumyaKasus aktif COVID-19 Kabupaten Bantul turun menjadi 10
Artikel berikutnyaBupati Irna meminta hadirin tidak terlena dan terus berprogres