Beranda Hukum Polri tegaskan penghentian kasus paksa di Luvu Timur sesuai prosedur

Polri tegaskan penghentian kasus paksa di Luvu Timur sesuai prosedur

Jakarta (ANTARA) – Brigjen Rusdi Hartono, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas), Divisi Humas Polri, membenarkan bahwa penyelidikan atas dugaan penyerangan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan itu dilakukan sesuai dengan prosedur, dan peneliti bekerja secara independen.

“Polisi bekerja atas dasar alat bukti, kemudian penyidik ​​independen. Sekali lagi Polri bekerja berdasarkan alat bukti, dan penyidik ​​bersifat independen,” kata Rusdi dalam jumpa pers di Kantor Humas Polri, Jakarta Selatan, Minggu.

Kasus penyerangan dengan kekerasan terhadap tiga anak di bawah umur, yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya, menjadi viral di media sosial setelah banyak pihak menyerukan dibukanya kembali kasus yang dihentikan itu.

Dalam kasus ini, diduga kasus dihentikan karena ayah korban diduga seorang pegawai negeri sipil (ASN).

Sejumlah pihak meminta polisi membuka kembali kasus tersebut, selain mencari bukti baru dan menjajaki kemungkinan tindakan di luar hukum yang berujung pada penghentian kasus tersebut.

Rusdi mengatakan Polri tidak melihat latar belakang orang-orang yang dihadapinya dalam kasus tersebut.

“Siapapun dia, ada penyidik ​​independen”,

Rusdi mengatakan penyidikan kasus ini dihentikan pada saat barang bukti yang diperoleh polisi kemudian dihadirkan dalam satu kasus, kemudian disimpulkan tidak cukup bukti bahwa telah terjadi tindak pidana, sehingga pada saat itu penyidikan. dihentikan …

“Itu dihentikan tanpa melihat latar belakang salah satu yang menyatakan, tidak. Tapi berdasarkan data objektif penyidik ​​sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, serangkaian penghentian penyidikan atas dugaan penyerangan dengan kekerasan itu, yakni perolehan barang bukti dan kemudian penyidikan, dilakukan dan menyimpulkan bahwa berdasarkan alat bukti itu tidak cukup telah terjadi suatu tindak pidana.

“Ini konsistensi. Tidak memperhitungkan latar belakang orang yang dilaporkan karena penyidik ​​independen dalam menjalankan tugasnya,” kata Rusdi.

Saat ini Polri sedang menangani kasus Luvu Timur yang menyita perhatian publik, dan mengirimkan Tim Sistem Reserse Kriminal Polri untuk membantu Polres Luvu Timur dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Polisi, menurut Rusdi, siap membuka kasus jika ditemukan bukti baru. Barang bukti dapat diberikan oleh terlapor dan juga ditemukan oleh penyidik.

“Saya katakan mereka semua mencari bukti baru, polisi juga melakukan ini, pihak di luar polisi juga melakukan ini, kita semua menghormati ini,” pungkas Rusdi.

Artikel sebelumyaKeanekaragaman spesies di laut dalam selatan Jawa
Artikel berikutnyaMona Ratuliu "sebuah taman" masalah sebelumnya "Waktu ikatan"