Beranda Nusantara PT Bumi Andalas Permai Bentuk Masyarakat Pemadam Kebakaran di OKI

PT Bumi Andalas Permai Bentuk Masyarakat Pemadam Kebakaran di OKI

mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar

Kayuagung (ANTARA) – Kabupaten Ogan Comering Ilir, Sumatera Selatan, Perusahaan Industri Perkebunan PT Bumi Andalas Permai (BAP) membentuk Masyarakat Api di sejumlah desa sekitar konsesi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Head of Fire Operation APP Sinar Mas OKI Region Mares Prabadi di Cayhuagung, Jumat, mengatakan PT BAP, mitra APP Sinar Mas, bermitra dengan Dinas Kehutanan, Perubahan Iklim dan Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel. (PPIKHL) untuk wilayah Sumatera. Dan KPH Wilayah IV Sungai Lumpur-Berkuda dalam formasi KKL.

Selama pembentukan KKL ini, warga pertama kali diberikan informasi tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan pada 7-8 Juni 2021. Mereka kemudian akan dilatih dan dilatih keterampilan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Kali ini perusahaan menyasar warga desa yang tinggal di desa Bukit Batu, Simpang Kheran, Banyu Biru dan Sungai Batang karena desa-desa tersebut rawan kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

Kepala Bidang Pengendalian Karhutla Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Herwin P., mengatakan penelitian tersebut menemukan bahwa hampir 99 persen kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh aktivitas manusia, sehingga perubahan pola pikir sangat penting. penting dalam menangani kasus ini.

Dengan demikian, pembentukan KKL ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mengutamakan pencegahan daripada pencegahan. Presiden berharap kerja sama ini akan fokus pada pengawasan dan pengawasan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Semua pihak harus dilibatkan dalam upaya pencegahan tersebut, mulai dari perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Yang penting bagaimana semua pemangku kepentingan mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena sangat berbahaya,” katanya.

Lahan gambut yang terbakar sulit untuk dipadamkan pada musim kemarau karena mengalami tingkat air yang lebih rendah dan bahkan cenderung mengering.

Sementara itu, penduduk setempat terbiasa menggunakan pertanian sonorik, yaitu mengolah lahan pada musim kemarau ketika permukaan air di lahan gambut turun.

Seksi Kebakaran Hutan dan Lahan Pusat PPIKHL Sumatera, Nurhadi, mengatakan sejauh ini peran KKL sangat signifikan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, meskipun bersifat sukarela.

Staf MPA dapat memberikan informasi lokasi titik api untuk melakukan pemadaman awal bekerja sama dengan Manggala Agni dan perusahaan.

Mereka juga menasihati masyarakat desa mereka tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Kepala Desa Sungai Batang Redi Sandari berharap KKL yang baru dibuat ini dapat menjadi tuan rumah acara tidak hanya selama musim kemarau, tetapi sepanjang tahun untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

“Saya berharap pengembangan kawasan lindung ini terus berlanjut sehingga tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan di desa kami,” katanya.

Artikel sebelumyaWakil Bupati Klungkung lepas 200 ekor anak "Hari Bhayangkara"
Artikel berikutnyaPenerapan energi B30 untuk Euro4 perlu dipelajari lebih detail detailed