Beranda News Puslitbang TNI menguji seragam PDL dalam negeri

Puslitbang TNI menguji seragam PDL dalam negeri

Jakarta (ANTARA). Badan Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbangad) telah melakukan uji coba (sertifikasi) seragam PDL TNI AD produksi dalam negeri di Lab Dislitbangad Batu Jajar, Bandung, Jumat.

Kepala Dislitbangada Brigjen Terry Tresna Purnama yang memimpin kegiatan sertifikasi meminta para mitra untuk memenuhi semua persyaratan dan kriteria seragam TNI PDL, mengingat seragam merupakan salah satu alat utama yang menunjang tugas prajurit di zona perang. operasi.

Prajurit TNI tidak hanya membutuhkan pakaian yang nyaman, tetapi juga pakaian yang dapat diandalkan saat digunakan di ladang hutan dan semak-semak, kata Terry saat sertifikasi seragam PDL, dikutip dari siaran tertulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa bahan untuk seragam TNI AD PDL harus ringan, tidak kaku, tahan kusut, tahan luntur, tahan cuaca dan lingkungan, serta tahan sobek.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, Kadislitbangad menginformasikan mitra bahwa proses sertifikasi terpadu bersifat kuantitatif dan mempertimbangkan aspek-aspek seperti penerapan teknologi dan dukungan untuk industri dalam negeri.

Tak hanya itu, seragam TNI PDL yang akan dikenakan prajurit saat bertugas juga harus memperhatikan aspek keamanan dan privasi.

Pasalnya, Army Field Dress (PDL) akan digunakan para prajurit saat bertugas di lapangan.

Terry menekankan bahwa aspek dan kriteria yang berbeda perlu dipertimbangkan dalam satu produk akhir.

Seragam PDL yang diinginkan Dislitbang TNI AD aman dan nyaman, bahannya ringan dan mudah dibagikan di kalangan prajurit, tidak kaku sehingga yang memakainya bisa leluasa bergerak, dan seragam harus memiliki kekuatan tinggi atau masa pakai yang lama. kehidupan.

Proses Sertifikasi Seragam PDL TNI AD yang dilakukan oleh tim laboratorium Dislitbangad ini berlangsung dalam beberapa tahapan, antara lain pengujian aspek desain dan peralatan, pengujian aspek kemampuan, pengujian aspek kelancaran dan pengujian aspek manusia.

Artikel sebelumyaWakil DPR: Tidak Ada Tempat Politisasi Agama di Indonesia
Artikel berikutnyaPresiden Jokowi sambut kepemimpinan ADB untuk bahas perang melawan COVID-19