Beranda News Republik Rakyat Mongolia sangat mengapresiasi penyelesaian sengketa SCI Yasmin Bogor

Republik Rakyat Mongolia sangat mengapresiasi penyelesaian sengketa SCI Yasmin Bogor

Jakarta (ANTARA) – Ketua MNR RI Bambang Soesatio atau Bamset mendukung langkah Wali Kota Bogor Bima Arya Sujiarto yang berhasil menyelesaikan sengketa antara Gereja Kristen Indonesia Yasmin (GKI Yasmin).

Dia mengatakan, pemukiman itu terkait dengan penyerahan sebidang tanah seluas 1.668 meter persegi dari pemerintah kota Bogor kepada Gereja Kristen Indonesia GKI Yasmin untuk membangun gedung pertemuan komunitas GKI Yasmin.

“Masyarakat di sekitar lokasi hibah juga mendukung pembangunan gedung pertemuan untuk komunitas GKI Yasmin. Oleh karena itu, jika ada pihak di lingkungan GKI Yasmin yang belum bisa menerima hasil ini, mereka harus bisa membuka hati untuk menerimanya. memahami kondisi sosial budaya masyarakat,” kata Bamset dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Bamset usai Ngobras dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sujiarto di Jakarta.

Jangan sampai solusi terbaik disia-siakan yang akan berujung pada sengketa pembangunan mushola yang pada akhirnya hanya akan merugikan komunitas GKI Yasmin, ujarnya.

Pada saat yang sama, kata dia, jangan sampai merugikan bangsa Indonesia, karena selama 15 tahun terakhir, sengketa GKI Yasmin sudah mendunia.

Dijelaskannya, Pemkot Bogor juga berupaya agar lokasi tanah sengketa milik GKI Yasmin dengan luas sekitar 1.400 meter persegi dibeli oleh Pemkot Bogor sendiri atau melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

Menurut Bamsot, nantinya di tempat ini dimungkinkan dibangun miniatur bangunan keagamaan berbagai agama.

“Menjadi monumen, sekaligus simbol kerukunan umat beragama di Indonesia, untuk menghilangkan kontroversi yang terjadi selama 15 tahun terakhir,” ujarnya.

Terkait hal itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pemerintah Kota Bogor telah melakukan banyak proses penyelesaian sengketa dengan GKI Yasmin.

Menurut dia, sekitar 30 pertemuan resmi dan lebih dari 100 pertemuan informal diadakan untuk mencari penyelesaian konflik.

<< Pemberian sebidang tanah dari pemerintah kota Bogor merupakan bukti komitmen pemerintah kota Bogor untuk menjamin hak beribadah bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Ini juga bukti bahwa negara hadir untuk menjamin hak-hak yang harus diterima oleh seluruh majelis GKI Yasmin,” ujarnya. Bima Arya menjelaskan, proses pemberian tanah tidak akan dapat terlaksana tanpa dukungan warga Desa Chilendek Barat serta dukungan dan kerja keras seluruh elemen Forkopimda di Kota Bogor. Menurutnya, kata kuncinya adalah saling menghormati, menjaga ketenangan dan kekeluargaan, karena perdamaian tidak bisa dicapai dengan saling memaksa dan saling menyalahkan. “Perdamaian hanya bisa dibangun atas dasar kesetaraan dan saling pengertian,” katanya. Sebidang tanah seluas 1.668 meter persegi dari Pemkot Bogor ini diserahkan kepada komunitas GKI Yasmin di Jalan Abdullah bin Nuh, Chilendek Barat, Bogor. Lokasinya yang berjarak kurang lebih 1 km dari lahan milik GKI Yasmin yang terus menimbulkan kontroversi di masyarakat selama 15 tahun terakhir. Transfer Protocol Transfer (BAST) untuk hibah tanah dilakukan langsung oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, kepada Ketua Majelis Jemaat GKI di Pengadilan Bogor, Crisdianto, di Pengadilan GKI Bogor. Desa Pabaton, Kecamatan Bogorsky Tengah, Minggu (13/6).

Artikel sebelumyaBPK: Warga tetap bisa menggunakan masjid di tanah Nurdin Abdullah
Artikel berikutnyaAnggota DPR minta Musyawarah Nasional Kadin di Jakarta ditunda