Beranda Warganet Risma sedang menunggu proposal yang berfokus pada anak senilai Rp 11,3 triliun...

Risma sedang menunggu proposal yang berfokus pada anak senilai Rp 11,3 triliun dari Kementerian Keuangan untuk YaPi.

anak yatim prioritas kami

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial Tri Rismaharini masih menunggu tanggapan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas Usulan Pelengkap Yapi Tahun 2022 senilai Rs 11.217.510.800.000.

“Untuk anak yatim, sejauh ini belum ada tanggapan,” kata Risma dalam lokakarya dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Risma juga menunggu tanggapan Kementerian Keuangan terkait alokasi anggaran untuk belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan khususnya belanja bantuan sosial (bansos).

Risma menjelaskan, anggaran yang disetujui Kementerian Sosial untuk Tahun Anggaran 2022 sebesar Rs 78.256.327.121.000.

Dari anggaran tersebut, Risma mengalokasikan Rp 74 triliun untuk belanja bantuan sosial bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH (Program Keluarga Harapan) dan 18,8 juta Kartu KPM Sembako/BPNT.

Untuk bansos PKH dianggarkan sebesar Rs 28.709.816.300, dan untuk bantuan sosial Kartu Sembako sebesar Rs 45,12 triliun.

Perhatian terhadap anak yatim menjadi prioritas Kementerian Sosial, sehingga Risma meminta anggota Komisi VIII untuk membantu dalam hal ini.

“Kami juga menanyakan kepada lansia yang menerima bantuan sosial PPKM apakah sudah terdaftar kembali atau tidak. Prioritas kami untuk anak yatim adalah 11 triliun rupiah untuk membantu mereka mewujudkannya,” kata Risma.

Risma juga mengatakan, pihaknya menangani teknis pembayaran penyaluran bansos dalam bentuk elektronik. Ia meyakini dengan cara ini pekerjaan akan lebih mudah dan tuntas, serta akan memudahkan para anggota Komisi VIII untuk lebih berperan aktif dalam bekerja.

Pada Maret lalu, Risma mengatakan akan membuat program serupa dengan Hearing Indonesia, yaitu Vision Indonesia, untuk membantu para penyandang tunanetra.

Direncanakan penyandang tunanetra akan mendapatkan bimbingan adaptif. Tapi anggaran untuk itu masih diblokir atau dipukul penyesuaian otomatis.

Risma mengaku masih berjuang membuka anggaran untuk bantuan atensi, alat bantu penyandang disabilitas dan Pusat Penciptaan Perhatian, bantuan pangan bantuan bencana sosial dan honorarium PPNPN (PNS, NonPN). .

Artikel sebelumyaMaluku diguncang gempa berkekuatan 5,7 SR.
Artikel berikutnyaITS-Jasa Raharja Sepakat Tingkatkan Keselamatan Berkendara Bagi Generasi Milenial