Beranda Hukum Satgas Mandago Raya kunjungi mantan napi Poso untuk menjadi petani

Satgas Mandago Raya kunjungi mantan napi Poso untuk menjadi petani

Menyadari kesalahan masa lalu dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kelimanya membuka kandang ayam.

Jakarta (ANTARA) – Satgas Operasi Madago Raya Tahap II 2021 menggelar acara kemitraan mengunjungi lima mantan narapidana teroris (nippers) yang kini bertani unggas di Desa Pozo Pesisir, Desa Tabalu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Jumat.

Humas Kasatgas VI Mandago Raya Combes Paul Didik Supranoto mengatakan kelima mantan narapidana tersebut adalah Andang Ramdan, Upik Pagar Supriadi, Amun Salamun, Rafli Tamanjeka dan Imron Tamanjeka.

“Setelah menyadari kesalahan masa lalu dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lima di antaranya memulai usaha beternak ayam petelur,” kata Didik.

Dalam kerja sama ini, Didik didampingi Kapolsek Bidang Publik Satgas VI Wakasatgas I Bronto Budillono yang memeriksa usaha peternakan yang dijalankan para napi.

Dia mengatakan, industri perunggasan didukung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain bantuan ayam, para mantan napi juga mendapat bantuan berupa sepeda motor yang dilengkapi dengan boks terbuka untuk menunjang kegiatan operasional ayam petelur.

“Bantuan ini merupakan bagian dari program deradikalisasi yang digagas Subdirektorat Bina Lingkungan Otoritas Deradikalisasi BNPT,” kata Didik.

Didik menambahkan, kerjasama Humas Satgas VI dengan eks Napiter Poso merupakan salah satu kerjasama yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap operasi Madago Raya yang sedang berlangsung di Poso.

“Operasi polisi tidak selalu harus berdarah, tetapi hubungan kemanusiaan dengan warga juga menjadi prioritas,” kata Didik.

Upik Pagar, mantan narapidana yang menjalani program deradikalisasi, mengatakan kemitraan yang diterimanya berupa membantu memelihara 500 ekor ayam.

Lima mantan napi mendapat bantuan berupa 500 ekor ayam. Setelah berkultivasi, jumlah mereka meningkat hingga hari ini.

“Awalnya ada 500 ekor ayam per orang. Kemudian jumlah itu bertambah lagi menjadi 5.000 ekor, dan saat ini kami sedang membangun kandang yang akan menampung sekitar 5.000 ekor ayam lagi, dan bibit ayam juga sudah siap, doakan minggu depan bisa bekerja,” kata Upik.

Selain mewartakan kegiatan beternak ayam yang saat ini sedang berlangsung, para mantan narapidana juga berharap agar desa-desa dibina kepada pemuda dan pemuda dalam bentuk taklim oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di masing-masing desa.

“Adanya pembinaan kepemudaan ini agar kegiatan kepemudaan bisa terpantau, kita upayakan Poso aman,” kata Upik, ditegaskan mantan napi lain yang hadir.

Artikel sebelumyaBPK-Kementerian Pertahanan menyelenggarakan pelatihan dan pelatihan bela negara bagi pegawai BPK
Artikel berikutnyaJaga kartu SIM Anda untuk mendapatkan vaksin