Beranda Nusantara Satgas TNI bersama warga melakukan penanaman pohon di perbatasan RI-PNG

Satgas TNI bersama warga melakukan penanaman pohon di perbatasan RI-PNG

Kami berterima kasih dan sangat senang

Pegunungan Bintang, Papua (ANTARA) – Yonif Mekanik 403 Satgas TNI Pamtas/Virasada Pratista bersama warga dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Gunung Bintang melakukan penanaman bibit pinus di kawasan perbatasan RI-PNG wilayah Serambakon. , Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Batalyon Infanteri 403 Bermotor Pamtas/Virasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, dalam keterangan yang diterima ANTARA, Rabu, mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari mekanisasi infanteri TNI Batalyon Pamtas 403/Virasada Pratista. mendarat di daerah perbatasan untuk mengubahnya menjadi lingkungan yang hijau dan indah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Satgas untuk turut serta mendukung program pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan lahan kosong di dataran tinggi Pegunungan Bintang menjadi lingkungan hijau untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, banjir bandang atau bencana alam lainnya. bencana,” ujarnya. – kata Dansatgas.

Diakui, hal ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan dan alam 100 (seratus) tahun ke depan bagi generasi mendatang agar tetap dapat menikmati indah dan hijaunya bentang alam Bintang. Kabupaten Pegunungan.

“Salah satu hasil positifnya adalah terciptanya situasi kehidupan sosial yang aman dan kondusif dari bencana alam,” tambah Dansatgas.

Secara terpisah, Yonif 403 Danpos Serambakon Pamtas/Virasada Pratista Letda Inf Praitno melaporkan, penanaman bibit pinus secara simbolis dilakukan oleh perwakilan masyarakat Seramkatop, Primus Asemki yang dihadiri perwakilan Dinas Perlindungan Lingkungan dan Kehutanan Bintang Frenklin. Pegunungan Kabupaten.

Ia menjelaskan, pinus ini bisa bertahan 80 hingga 100 tahun bahkan lebih, dengan tinggi rata-rata 15-45 meter, sarinya bisa digunakan sebagai bahan baku kertas, keramik, plastik, cat, tinta cetak dan semir. industri.

“Jadi bukan hanya untuk penghijauan saja, tapi efek lain bisa bermanfaat bagi badan usaha dan menjadi pelindung bagi masyarakat khususnya di pegunungan Bintang, agar terhindar dari bencana alam akibat minimnya dasar tanah akibat tidak adanya pohon yang kuat. akar sebagai dasar pembatas,” kata Praytno.

Salah satu warga Desa Seramkatop, Primus Asemki, mengucapkan terima kasih kepada Tim Operasional Pamtas/Virasada Pratista Pos Serambakon Yonif 403 Mekanik yang telah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanam bibit pinus sebagai shelter di kawasan Serambakon.

“Kami berterima kasih dan sangat senang mendapat kesempatan menanam bibit pinus sebagai pohon pelindung untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kawasan Serambakon agar terhindar dari berbagai bencana alam,” kata Primus.

Artikel sebelumyaBMKG memberikan peringatan dini kondisi cuaca ekstrem dalam dua dekade mendatang
Artikel berikutnyaBMKG: Sebagian Indonesia diperkirakan mendung