Beranda Hukum Satpol PP DIY Perkuat Keamanan Masuk Wisatawan

Satpol PP DIY Perkuat Keamanan Masuk Wisatawan

Kewaspadaan akan kami tingkatkan lagi. Kami memiliki layanan penyelamatan Satlinmas khusus, yang mempekerjakan 328 orang.

Yogyakarta (ANTARA) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan pengamanan di pintu masuk lokasi wisata untuk mencegah wisatawan memasuki Level 4.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yogyakarta Noviar Rahmad, saat dihubungi di Yogyakarta, Senin, mengatakan pengetatan itu dilakukan untuk memastikan ribuan pengunjung masuk ke Pantai Parangtritis, Bantul pada Minggu (22 Agustus). …

“Keamanan akan kami perkuat lagi. Kami memiliki satlinmas khusus rescue service yang mempekerjakan total 328 orang,” ujarnya.

Noviar mengakui, masuknya ribuan pengunjung ke Pantai Parangtrita karena kurangnya perawatan pada Minggu (22 Agustus). Saat wisatawan masuk, tidak ada petugas tempat wisata yang menjaga pintu dan tidak dipasang door stop untuk menghalau pengunjung.

“Tidak ada penghalang di pintu gerbang. Ya, dia tidak boleh lelah, jadi gunakan sistem yang bisa dilepas. Dijalankan oleh kantor pariwisata. Ini demi keselamatan kita, tapi dinas pariwisata setempat ada gerbangnya,” ujarnya.

Karena larangan pembukaan destinasi wisata masih berlaku di PPKM level 4, dia berharap pengetatan pengawasan di pintu masuk destinasi wisata juga didukung oleh Dinas Pariwisata.

“Kita harus bersama. Kemarin, staf kami yang seharusnya bertugas di wilayah Yogyakarta dikerahkan untuk membantu mengeluarkan pengunjung dari Parangtrita,” ujarnya.

Sebanyak 328 satlinmas khusus SAR yang dikomandoi Satpol PP DIY akan diminta memperketat pagar di tujuh destinasi wisata, kata Noviar. Mulai dari pantai Sadeng, Baron, Parangtrita, Baru, Glag, Waduk Sermo hingga destinasi wisata Kaliurang.

“Mereka bertugas menjaga pintu gerbang bersama TNI/Polri serta dinas pariwisata,” ujarnya.

Dia mengakui, tidak ada sanksi yang diterapkan kepada pengunjung yang sudah lebih dulu masuk ke destinasi wisata. Mereka hanya diminta untuk segera pergi.

Noviar mengatakan pembukaan destinasi wisata ke depan akan dilakukan secara bertahap dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ketentuan ini masih dibahas di tingkat pemerintah pusat.

“Rencananya akan ada demo teknis sertifikat vaksinasi dan pengunjung akan berada pada tahap 50 persen terlebih dahulu. Masalah teknis ini saat ini masih dalam pembahasan di pusat,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPolisi temukan titik terang pembunuhan ibu dan anak di Subang
Artikel berikutnyaPolisi Sebut Motif Bisnis Pengawal Truk Di Balik Teror Batu