Beranda Nusantara Satu ekor dugong ditemukan mati di wilayah perairan Pulau Morotai.

Satu ekor dugong ditemukan mati di wilayah perairan Pulau Morotai.

Ambon (ANTARA). Seekor duyung atau dugong ditemukan mati di perairan sekitar 40 meter di lepas pantai Desa Huanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa pagi.

Sunapit M. Taher, Koordinator Pengawasan Kelautan dan Perikanan Morotai di Ambon, Selasa mengatakan, seorang nelayan bernama Usman Turangan menemukan duyung saat pulang dari melaut.

Kemudian nelayan itu, menurut dia, menyeret bangkai dugong jantan sepanjang sekitar tiga meter ke darat.

“Keadaan duyung tidak ada luka yang disengaja oleh manusia atau hewan pemangsa. Hanya ada dua goresan, lecet saat dievakuasi,” katanya.

Dia mengatakan, pejabat pemerintah telah mengubur bangkai duyung di kawasan pantai.

Menurut informasi yang dimuat di situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, dugong (Dugong Dugong) atau yang lebih dikenal dengan dugong merupakan salah satu mamalia laut langka yang terdapat di perairan tropis.

Di Indonesia, duyung tersebar di seluruh wilayah seperti Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera, Maluku, barat laut dan tenggara Jawa, pantai selatan Jawa Timur, dan pantai selatan Kalimantan.

Kerusakan lingkungan, perburuan dan proses perkembangbiakan yang lambat menyebabkan duyung menjadi langka.

Dugong merupakan salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam memasukkan duyung ke dalam kelompok spesies yang terancam punah. Selain itu, dugong merupakan spesies yang tidak diperdagangkan.

Artikel sebelumyaBKSDA meminta warga Pulau Bawean untuk mulai merawat penyu
Artikel berikutnyaDPR MP: Pembiayaan kendala terbesar penguatan pertahanan