Beranda Hukum Satu minggu, pelaku kerusuhan Yahukimo dan kasus Aziz Shyamsuddin

Satu minggu, pelaku kerusuhan Yahukimo dan kasus Aziz Shyamsuddin

Jakarta (ANTARA) – Kabar hukum yang terjadi selama sepekan (4-9 Oktober) namun masih menarik untuk disimak, mulai dari penangkapan polisi terhadap pelaku kerusuhan Yahukimo hingga penyidikan PKC atas transaksi perbankan terkait kasus Azis Syamsuddin. …

Berikut ringkasan lengkapnya.

1. Kelompok Polisi Bersatu menangkap biang keladi kerusuhan, Yahukimo Papua.

Tim gabungan Polisi Yahukimo dan Satgas Nemangkawi (Satgas) menangkap Morume Kei Busup, pelaku utama penyerangan suku Yali di Yahukimo, Papua, pada 3 Oktober lalu.

Lebih detail di sini:

2. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah membuka perusahaan tersendiri bagi para pelaku UMK.

Direktorat Jenderal Hukum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI telah membuka perusahaan terpisah untuk usaha mikro dan kecil (UMK) yang kesulitan mengakses keuangan dan dana dari perbankan dan pemerintah untuk mengembangkan usahanya .

Lebih detail di sini:

3. Pushpomad memulai tindakan hukum terhadap Brigadir Jenderal Junior Tumilar.

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) akan mempertimbangkan kasus terhadap Inspektur Kodam XIII Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar (JT) atas dugaan pelanggaran tersebut.

Lebih detail di sini:

4. Barescrim mengirimkan tim bantuan polisi ke Luvu Timur.

Bareskrim Polri mengirimkan tim bantuan ke Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sehubungan dengan dugaan penyerangan terhadap tiga anak di bawah umur.

Lebih detail di sini:

5. PKC sedang menyelidiki transaksi perbankan terkait kasus Azis Shyamsuddin.

Komisi Pemberantasan Korupsi (PKT) sedang mengusut transaksi perbankan terkait kasus dugaan korupsi yang berujung pada penangkapan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Shyamsuddin, Arizona.

Lebih detail di sini:

Artikel sebelumyaLima alasan "cinta raja" layak dilihat
Artikel berikutnyaCuplikan "Dunia tanpa" tunjukkan ketegangan dalam film Nia Dinata