Beranda Hukum Saya tidak mau divaksin, Kerpri ASN terancam tidak dapat bonus prestasi.

Saya tidak mau divaksin, Kerpri ASN terancam tidak dapat bonus prestasi.

Jika tingkat vaksinasi 70 persen, Kepri sudah bisa menerima turis asing.

Tanjungpinang (ANTARA) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan tidak akan membayar tunjangan ASN di daerah tersebut jika menolak melakukan vaksinasi COVID-19.

“Saya sudah mengeluarkan surat edaran kepada semua ASN yang belum divaksinasi tentang wajib vaksinasi. Kalau tidak, tidak akan ada hibah prestasi akademik bulan depan,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kamis.

Ansar mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk mendorong seluruh ASN untuk segera mengikuti vaksinasi guna mewujudkan kekebalan kelompok atau kekebalan kolektif… Apalagi ASN merupakan ujung tombak pemerintahan sebagai contoh bagi masyarakat.

“Angka vaksinasi ASN masih rendah. Dari total 6.000 ASN, tidak 50 persen yang divaksinasi,” ujarnya.

Ansar berharap target vaksinasi Kepri pada akhir Juli 2021 mencapai 70 persen dari populasi sekitar 2 juta jiwa.

Menurut dia, saat ini Kepulauan Riau merupakan wahana vaksinasi dengan pertumbuhan tercepat ketiga setelah DKI Jakarta dan Bali secara rata-rata nasional.

“Kalau vaksinasi sudah 70 persen, Kepri sudah bisa menerima wisatawan dari seluruh nusantara. Tentunya hal ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19,” ujarnya.

Ansar menghargai semua pemangku kepentingan (pihak terkait) tentang percepatan vaksinasi, misalnya unsur TNI/Polri yang melakukan vaksinasi massal di pulau-pulau.

Ia melanjutkan, vaksin yang diterima dari berbagai lembaga penelitian di seluruh dunia dapat memperkuat kekebalan manusia untuk menghindari COVID-19 sebesar 92-93 persen.

“Namun, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa orang yang divaksinasi akan 100% terlindungi dari COVID-19. Karena itu, setelah divaksinasi, mereka harus mematuhi protokol kesehatan,” kata Ansar.

Politisi Partai Golkar itu juga memastikan Pemprov terus berupaya pelacakan sebaik pengujian dengan tujuan menyasar orang-orang yang terpapar COVID-19, baik asimtomatik maupun simtomatik.

“Selain itu, kami akan menyediakan tempat karantina bagi mereka yang telah memastikan hasil positif. Selain rumah sakit dan puskesmas, juga terdapat tempat karantina yang kompleks,” jelasnya.

Artikel sebelumyaNurul Gufron: KPK tidak bayar BKN untuk pelaksanaan TWK
Artikel berikutnyaDjokovi ingin selesaikan kasus pemerasan dan bandit Tanjung Priok