Beranda Trending Song Seung Heon berbicara tentang masalah mental dan fisik di "Suara 4"

Song Seung Heon berbicara tentang masalah mental dan fisik di "Suara 4"

Jakarta (ANTARA) – Aktor Korea Selatan Song Seung Hun angkat bicara soal masalah fisik dan mental yang ia rasakan saat harus memerankan karakter Derek Jo dalam drama tersebut. film thriller “Suara 4” dengan topik “Saat penghakiman”.

Seseorang yang membandingkan dirinya dengan “murid pindahan”, mengakui bahwa dia ditekan untuk melakukan segala daya. Untuk memerankan Derek Joe, ketua geng Los Angeles Police Department (LAPD), ia harus fasih berbahasa Inggris.

“Saya merasa tertekan dengan dialog dalam bahasa Inggris. Tidak mudah untuk mengubah pengucapannya. Maaf saya kurang rajin belajar,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari siaran pers iQiyi, Sabtu.

Dia juga menghadapi masalah fisik. Karakter Derek Joe secara fisik lebih menuntut daripada karakter lain yang dia mainkan, sebagian karena dia harus berpartisipasi dalam banyak adegan kejar-kejaran.

“Selama minggu pertama syuting, saya harus berlari dan melawan tanpa henti, menangkap gangster Amerika dan melacak tersangka yang membunuh saudara perempuannya. Itu benar-benar melelahkan secara fisik,” kata Seung Hong.

Namun, merupakan kehormatan besar baginya untuk memainkan karakter Derek Joe. Untuk mempelajari karakternya, penggemar “The Voice” suka menonton “Ma Jin Won”.

Di sisi lain, aktor Voice 4 Lee Han, Kang Seung Yoon, dan Song Eun Seo mengatakan bahwa ada pemain dalam drama ini yang sangat cocok untuk peran mereka. kimia yang sangat kompak dan merupakan drama dengan naskah terbaik.

Mereka juga mengungkapkan rasa terima kasih dan menghimbau kepada semua pemirsa untuk tidak melewatkan setiap episode “Voice 4”. Drama ini sudah tayang dan bisa ditonton oleh pemirsa Indonesia di tvN atau platform streaming sebaik video sesuai permintaan misalnya iQiyi (keluar setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 11.00 WIB).

Artikel sebelumyaSan ATEZ menjadi tanpa gejala dengan COVID-19
Artikel berikutnyaKemarin, tiga orang asing mengganggu proses tersebut hingga Edhi Prabovo meminta maaf.