JAKARTA, WARTAJURNAL.COM – Departeman Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Sabtu (9/7) menyelenggarakan pelatihan literasi digital secara daring terkait pembuatan grafik hasil penelitian bagi pemuda.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerjasama Pengurus Pusat Pemuda Katolik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia usai penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Manado, Sulawesi Utara pada Mei 2022.

PIC Gerakan Nasional Pemuda Penggerak Transformasi Digital atau Petra Digital Pemuda Katolik Bondan Wicaksono dalam sambutan pembukaan mengatakan, kegiatan literasi digital yang diselenggarakan Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik merupakan bagian dari program kerja sama Pemuda Katolik dengan Kementerian Kominfo yang akan dilaksanakan secara nasional dalam waktu dekat.

“Dalam rangka mendukung program pemerintah, kami Pengurus Pusat Pemuda Katolik akan terlibat aktif dalam Gerakan Nasional Literasi Digital melalui inisiasi Gerakan Nasional Pemuda Penggerak Transformasi Digital atau Petra Digital. Pelatihan literasi digital kami akan laksanakan secara nasional. Salah satu bentuk pelatihan difokuskan ke Indonesia timur, khususnya tanah Papua,” ujar Bondan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengatakan, Gerakan Nasional Pemuda Penggerak Transformasi Digital atau Petra Digital merupakan gerakan penguatan literasi digital yang akan dijalankan oleh Pemuda Katolik di 37 keuskupan, dan kurang lebih 1.288 paroki di seluruh wilayah Indonesia.

Staf Khusus Kementerian Kominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang saat tampil sebagai keynote speaker mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G Plate menyampaikan apresiasi kepada Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik yang menyelenggarakan kegiatan literasi digital.

Menurut Philip, saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia fokus membangun membangun infrastruktur teknologi informasi dan literasi digital di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T), terutama di Papua yang menjadi konsen Pemerintahan Jokowi.

“Kementerian Kominfo saat ini fokus membangun infrastruktur teknologi informasi di wilayah wilayah Indonesia timur yang pada umumnya termasuk wilayah 3T. Pembangunan infrastruktur dibarengi dengan program kecakapan digital, keamanan digital, dan budaya digital,” kata Philip.

Selain itu, Philip mengatakan pemerintah sedang fokus membangun Papua. “Kami sedang fokus di Papua. Saat ini sudah membangun 8000 base transceier station (BTS) dan pemasangan kabel optik di seluruh tanah Papua sebagai upaya pemerataan akses internet,” ujar Philip lebih jauh.

Untuk itu, lanjut Philip, pihak Kementerian Kominfo Republik Indonesia siap berkolaborasi dengan Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik untuk membangun literasi digital di tanah Papua.

Ketua Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Melkior NN Sitokdana menyampaikan komitmen Pemuda Papua berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melaksanakan Program Papua Edukatif dalam bidang literasi digital.

Sitokdana mengatakan, Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik yang dipimpinnya sudah menggagas dan sedang melaksanakan kegiatan Program Papua Edukatif bagi para pemuda di seluruh Indonesia. Program Papua Edukatif tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemuda Papua. Kegiatan literasi digital diselenggarakan setiap bulan dengan pemuda binaan lebih dari 100 orang.

“Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Kominfo untuk meningkatkan kecakapan digital bagi pemuda Papua supaya lebih adaptif dengan perkembangan teknologi informasi dan mengambil bagian penting dalam proses pembangunan di tanah Papua,” ujar Sitokdana, putra asli Papua yang juga dosen IT Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Kegiatan Literasi Digital tersebut menghadirkan narasumber mahasiswa asli Papua yang ahli dalam Data Science and Web Programming yaitu Nikson They Muay. Muay, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Kristen Satya Wacana, memberikan pelatihan tentang pembuatan grafik menggunakan aplikasi mobile, yaitu aplikasi WPS Apps dan Google form.

Sedangkan narasumber kedua Fikri Muslim, M.Sc dari Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peneliti yang sedang menggagas pendidikan kampung di Papua ini memberikan pelatihan pengolahan data kuantitatif dan penyajian data berbentuk grafik menggunakan excel dan PowerPoint. Materi pelatihan yang bersifatnya praktis membuat puluhan peserta fokus mengikuti kegiatan sampai selesai.*

Artikel sebelumyaKomnas HAM mendesak Polri menggunakan UU TPKS untuk menangkap pelaku kejahatan seksual.
Artikel berikutnyaPenampungan korban abrasi di Pantai Amurang, Sulawesi Utara, sudah mencapai 90 persen.