Beranda Nusantara Sumbar tetap waspada kebakaran hutan dan lahan jelang musim dry

Sumbar tetap waspada kebakaran hutan dan lahan jelang musim dry

pemetaan daerah berbahaya kebakaran harus dilakukan

Padang (ANTARA) – Pemprov Sumbar menyiapkan jajarannya untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang musim panas yang diperkirakan terjadi pada Agustus-Oktober 2021.

“BMKG memprediksi kita akan memasuki musim kemarau pada Agustus-Oktober 2021. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita perlu mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam panggilan siaga 2021. di Harau, Kabupaten Limapuluh Kota., Senin.

Gubernur mengingatkan sejumlah Dinas Kehutanan Sumbar untuk segera berkoordinasi dengan Forum Hubungan Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat pemerintah dengan nagari, tokoh masyarakat, ulama untuk menjaga dan mengawasi hutan.

“Pemetaan kawasan rawan kebakaran harus dilakukan, kemudian dilakukan upaya edukasi kepada masyarakat dengan melengkapi kawasan tersebut dengan peralatan,” ujarnya.

Panggilan darurat juga dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia untuk memerangi kebakaran hutan. Memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan.

“Kami memiliki alat yang sangat berguna seperti drone dengan jangkauan hingga 3 kilometer, alat pemadam kebakaran hutan yang dapat memadamkan api dalam jarak satu kilometer dari sumber air. Mudah-mudahan semua persiapan ini bisa mencegah kebakaran hutan di musim kemarau,” ujarnya. …

Pada saat yang sama, Mahyeldi juga memberikan bantuan bibit kepada masyarakat, antara lain manggis dan pinang.

Bantuan ini bertujuan untuk memberikan sumber pendapatan lain bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan agar tidak lagi menjelajahi hutan secara ilegal. “Masyarakat ini juga diharapkan bisa bahu membahu dengan penjaga hutan dalam memantau kawasan hutan,” ujarnya.

Sebelumnya, gerakan konsumsi madu asli juga dilakukan di Sawahlunto untuk mendorong pengembangan masyarakat sekitar hutan. Menanam lebah madu bisa menjadi salah satu solusi ekonomi bagi masyarakat hutan.

Ke depan, kata Mahyeldi, pihaknya akan berupaya menambah jumlah APAR yang bisa menjangkau jarak satu kilometer dari titik api. Hal ini dianggap penting karena rata-rata kebakaran hutan terjadi cukup jauh dari sumber air.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarvardi mengatakan di unitnya hanya ada 102 rimbawan. Ini sangat kecil dibandingkan dengan 2,3 juta hektar hutan di Sumatera Barat.

Dengan demikian, kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, merupakan salah satu arah utama upaya pemantauan dan perlindungan kawasan hutan dari kebakaran hutan dan lahan.

Bupati Lima Puluh Kota, Dandim 0306/50 Kota dan masyarakat peduli kebakaran juga turut ambil bagian dalam upacara peringatan kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2021.

Artikel sebelumyaR.I. Bavaslu berharap para kader memahami demokrasi setelah SKPP.
Artikel berikutnyaNilai observasi jabatan wakil panglima TNI tidak diperlukan.