Beranda Hukum Tersangka penipuan investasi di Kalteng terancam 10 tahun penjara

Tersangka penipuan investasi di Kalteng terancam 10 tahun penjara

Palangka Raya (ANTARA) – Penyidik ​​Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng menetapkan pasangan suami istri bernama PJN (60) dan BC (42) sebagai tersangka dalam kasus penipuan investasi dengan ancaman 10 tahun penjara. .

Direktur Reserse Kriminal Polda Kalteng Kombes Paul Bonnie Janto mengatakan dalam konferensi pers di Palangka Raya, Kamis, penyidik ​​menerapkan Pasal 105 pada penipuan dengan menerapkan skema piramida dalam distribusi barang.

“Kemudian pasal 106 tentang kegiatan perdagangan tanpa izin di bidang perdagangan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan/atau tindak pidana yang berkaitan dengan penipuan, sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP, ancaman pidananya 10 tahun penjara. . dan denda 10 miliar rupee,” kata Bonnie.

Pasangan yang menikah pada 2018 ini menggunakan tiga platform yang sama sekali tidak memiliki izin. Platform ini Perlakukan Doge untuk Untung (TDP), maka Kuantum sebaik Crito Vibe. Dari ketiga platform tersebut, 293 orang menjadi korban penipuan investasi ini, dengan total kerugian mencapai Rp 25-30 miliar.

“Dari 293 orang, 95 melaporkan ke Polda Kalteng,” kata Bonnie.

Dirkrimsus Polda Kalteng menduga uang yang terlibat dalam penipuan investasi pasangan yang terdaftar sebagai warga Jalan Mercurius Timur, Tangerang, Banten itu mencapai Rp 125 miliar. Pasalnya, masih banyak korban yang belum melaporkan penipuan investasi hingga saat ini.

Dia mengatakan bagaimana merayu anggotaMenurutnya, pasangan ini menjanjikan keuntungan yang sangat menggiurkan. Misalnya, pada platform TDP, keuntungannya adalah 20 persen, pada kuantum atau saat membeli koin RVD, keuntungannya adalah 1,1 persen, dan cryptovibe atau pembelian token dijanjikan biaya pra-penjualan dari 25 hingga 100 persen.

“Namun, setelah para korban bergabung dengan investasi dan berhasil selama beberapa bulan, setelah itu diblokir,” kata Bonnie.

Penyidik ​​juga menyita beberapa aset milik tersangka, antara lain mobil Honda Brio merah, sepeda motor, laptop, ponsel, mesin ATM dan cetakan rekening bank, serta dua bidang tanah SHM dan sebuah rumah di kota. dari Palangka Raya. karena dua SKT tanah, yang juga terletak di kota setempat.

“Penyidik ​​berencana menelusuri aset tersangka untuk disita dan menerapkan Undang-Undang Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus penipuan investasi tersebut,” katanya.

Berdasarkan pantauan, tersangka juga dihadirkan dalam jumpa pers oleh penyidik. Sejak awal siaran pers hingga yang bersangkutan dibawa kembali ke Rutan Mapolres setempat, keduanya hanya bisa menundukkan kepala dan menyesali perbuatannya.

Artikel sebelumyaSekjen Gerindra: Prabowo Tingkatkan Produktivitas "menipu" politik
Artikel berikutnyaFajroel mengatakan Jokowi akan mendukung reformasi presiden