Beranda Trending The Panturas merilis film pendek lagu "Yang kuinginkan" di Youtube

The Panturas merilis film pendek lagu "Yang kuinginkan" di Youtube

Jakarta (ANTARA) – Grup musik selancar asal Jatinangor, The Panturas, Jumat merilis film pendek (film pendek), yang merupakan interpretasi dari lagu “All I Want”, Satu album ketiga dari album yang baru saja dirilis “Ombak Banyu Asmara”.

Ide pembuatan film pendek pertama kali dicetuskan oleh sutradara Edi Hemod. Selain itu, The Panturas mengangkat tema pembunuhan untuk cerita film pendek, mengadaptasi kasus Setiabudi 13 1981.

“Setabudi 13 adalah kasus yang masih menjadi misteri. Siapa pembunuhnya, apa motifnya, mengapa demikian, tidak akan ada yang tahu. Karena ada area abu-abu seperti itu, kami pikir akan menarik jika Hemod dan saya bisa membuat cerita fiksi berdasarkan peristiwa nyata, ”kata pemain drum Surya “Kuya” Fikri Assidik, dikutip dari siaran pers Jumat.

Film ini dibintangi oleh beberapa aktor terkenal, antara lain Prisia Nasution (sebagai Ida), Dimas Danang (sebagai Anwar) dan Tio Pakusadevo (sebagai tukang jagal).

All I Want adalah kisah romantis balas dendam. Seorang karakter wanita bernama Ida ingin membalas dendam pada tukang daging yang membunuh orang tuanya. Bahkan, orang tua Ida menjadi korban represi komunis pada tahun 1965.

Mengenai premis cerita, di mana latar belakang kelam genosida 1965 dipandang sebagai motif utama balas dendam, Edi Hemod menanggapi dengan pesan khusus.

“Mengembangkan sejarah, kami menyadari bahwa kekerasan melahirkan kekerasan… Memutus lingkaran setan kekerasan itu sulit dan harus dihindari,” kata Hemod.

Dia mengatakan bahwa meskipun film ini fiksi, itu mencerminkan pertanyaan tentang sejarah yang terus bersembunyi di baliknya.

“Kami tidak pernah terbuka sebagai bangsa setiap kali kami menghadapi masalah ini. Jadi tidak menutup kemungkinan peristiwa berdarah seperti film ini bisa terwujud di kehidupan nyata,” lanjut Hemod.

Adapun efek visual dari film ini, pemain drum Kuya mengatakan bahwa Panturas bukanlah tipe orang yang ingin memaksakan ide visual tertentu yang harus sesuai dengan keinginannya.

“Kami terbuka untuk kerjasama. Kami senang ketika orang-orang mengekspresikan pandangan yang berbeda pada lagu yang kami tulis, ”kata Kuya.

Manajer Panturas, Ixal R. Harizal, mengatakan film ini merupakan formula eksperimen baru yang tepat untuk memperkenalkan lagu The Panturas setelah sebelumnya mencoba hampir semua yang ada di video musiknya, dimulai dari berhenti gerak, warna yang terang, hitam putih, dll.

“Anthurs tidak pernah melakukan apapun tanpa antusiasme. Oleh karena itu, kami mengundang orang-orang terbaik di bidangnya,” kata Iksal.

Film pendek “All I Want” akan tersedia untuk ditonton di saluran YouTube resmi The Panturas mulai 24 September 2021.

Artikel sebelumyaRangkasbitung Banten mengalami hujan lebat disertai angin kencang.
Artikel berikutnyaLongsor, Jalinsum Padang-Solok lumpuh total