Beranda Hukum Tim gabungan akan memblokir jalan di Timik

Tim gabungan akan memblokir jalan di Timik

Timica (ANTARA) – Tim gabungan TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, BPBD, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika menutup sejumlah ruas jalan protokol di ibu kota kabupaten setempat, Timika, sejak Senin malam pukul 18.00 WIB. Kota untuk membatasi pergerakan warga.

“Mulai hari ini, semua acara sosial dibatasi hingga pukul 18:00 waktu Moskow. Tidak ada yang diizinkan berkeliaran di malam hari. Jika ada yang tidak patuh, kami akan mengambil tindakan tegas,” kata Julianus Sasarari, Asisten I Urusan Pemerintahan Sekretariat Mimik. di Timik, Senin.

Menurut Julianus, isolasi dilakukan sesuai dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro (PPKM) untuk mencegah warga bergerak setelah peningkatan penularan COVID-19 di daerah tersebut belakangan ini.

Iulian mengatakan 10 ruas jalan yang diblokir di dalam dan sekitar kota Timika, yakni pertigaan Kuala Kenchan, bundaran SP 2, Bundaran Petrosea, pertigaan pusat perbelanjaan Diana, simpang Bank Papua, simpang BPBD Pasar Lama, simpang Timika Mall, perempatan Jalan Khasanudin. , pertigaan komunikasi seluler Jalan Ahmad Yani dan Mapurujaya, Kabupaten Mimika Timur.

Sedangkan aktivitas warga dapat dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Jumlah total orang yang terlibat dalam sekat adalah 350 orang. Mereka diberitahukan di 10 titik ruas jalan yang teridentifikasi diblokir.

Dalam kesempatan tersebut, Julianus meminta warga Mimica untuk mematuhi kebijakan pemerintah setempat dalam pelaksanaan PPKM skala mikro.

Pembatasan kegiatan sosial dikecualikan bagi mereka yang melakukan tugas-tugas penting dan kritis.

“Kecuali yang tugasnya terkait dengan kepentingan pelayanan publik, tentu akan diberikan kelonggaran,” kata Julianus.

PPKM berbasis mikro di Mimika berlaku selama satu bulan terhitung sejak 7 Juli hingga 6 Agustus 2021.

Artikel sebelumya312.174 warga Sulawesi Tenggara divaksinasi COVID-19
Artikel berikutnyaBupati Subanga menutup perusahaan yang putus asa untuk membuka kembali selama darurat PPKM PP