Beranda Hukum Tim undian sembilan pasangan tidak resmi di Purwokerto

Tim undian sembilan pasangan tidak resmi di Purwokerto

hampir semua kamar, penghuninya berpasangan, pasangan informal, tua dan muda.

Purvokerto (ANTARA). Gabungan empat perusahaan asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menangkap sembilan pasangan tidak resmi dalam penggerebekan terhadap beberapa rumah kos di Purwokerto, Minggu.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas, Polres Banyumas dan Densus IV/1 Polres Purwokerto ini pertama kali mengunjungi sebuah rumah kos di Komplek Perumahan Limas Permai, Desa Karangwangkal. , Kabupaten Purwokerto Utara.

Di sebuah rumah kos yang berafiliasi dengan jaringan hotel murah dari India, petugas menemukan tujuh pasangan tidak resmi di kamar mereka. Bahkan, sebagian dari mereka masih berstatus pelajar.

Terkait temuan tersebut, petugas Satpol BCP Kabupaten Banyumas langsung melakukan pembekalan dan penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari seluruh pasangan tidak resmi. Pengambilan KTP dapat dilakukan di kantor Satpol PP Kabupaten Banyumas didampingi oleh orang tua.

Selain itu, seluruh penghuni kost diminta menjalani tes urine oleh BNNC Banyumas.

Usai melakukan razia di lokasi, petugas gabungan mendatangi sebuah rumah kos di Jalan Damri, Desa Karangklesem, Kabupaten Purwokerto Selatan, dan menemukan dua pasangan tidak resmi.

Di tempat yang sama, pegawai BNNK Banyumas juga melakukan tes urine seluruh penghuni kost.

Sementara itu, saat menggelar acara serupa di salah satu buku nyanyian yang terletak di Jalan S. Parman, Purvokerto, dan di pusat lagu di Jalan Suparjo Rustam, Sokaraja, staf tidak menemukan pasangan tidak resmi.

Namun, seluruh penumpang kedua buku nyanyian tersebut harus menjalani tes urine yang dilakukan oleh BNNK Banyumas.

Terkait penggerebekan tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas Setia Rahendra mengatakan, peristiwa tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat bahwa ada sejumlah rumah kos yang diduga tidak sesuai peruntukannya.

Menurut dia, hal itu terbukti di salah satu rumah kos yang berada di Desa Karangwangkal.

“Namun, setelah kami tiba, rata-rata di hampir semua kamar, penghuninya adalah pasangan, pasangan informal, tua dan muda. Kami tidak bisa membuktikan akta nikah, yang berarti itu pasangan tidak resmi, ”katanya.

Dikatakannya, pihaknya telah menyita KTP atau tanda pengenal lainnya milik pasangan tidak resmi tersebut.

Soal keberadaan kos-kosan yang disulap menjadi hotel murah, Setia mengakui hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Pencegahan BNNK Banyumas Vicky Sri Erlangga Aditya mengatakan total 79 orang telah dilakukan tes urine di empat lokasi razia.

Dalam kasus ini, 23 orang, termasuk 12 pria dan 11 wanita, terdaftar di rumah kos yang terletak di Karawangkal, dan 32 orang, termasuk 14 pria dan 18 wanita, terdaftar di rumah kos yang terletak di Karangkatzem.

Sedangkan dalam kitab Nyanyian Jalan S. Parman terdapat 11 orang perempuan, dan dalam kitab Nyanyian Jalan Suparjo Rustam 13 orang, dimana 1 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

“Dari hasil tes urine 79 orang, 74 orang dinyatakan negatif, dan 5 orang positif benzo (BZO) atau obat-obatan psikotropika. Mereka yang dinyatakan positif diperiksa dan, jika perlu, menerima layanan rehabilitasi narkoba, ”kata Vicki.

Artikel sebelumyaBNN Gunakan Tenis Meja Sebagai Alat Kampanye Anti Narkoba Selama HANI 2022
Artikel berikutnyaAktris Na Moon Hee kembali ke layar lebar melalui "teman sekamar idealku"