Beranda News Tinjauan metrik: Partai politik perlu menjadi lebih baik untuk meningkatkan kepercayaan

Tinjauan metrik: Partai politik perlu menjadi lebih baik untuk meningkatkan kepercayaan

Harapan besar untuk partai politik

Jakarta (ANTARA). Penguatan partai politik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik karena kepercayaan terhadap lembaga berada pada titik terendah, menurut jajak pendapat Indikator Politik Indonesia (IPI) yang dirilis di Jakarta, Minggu.

Hasil survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol (parpol) berada di urutan paling bawah, yakni 54 persen, di belakang DPR (61 persen), Dewan Perwakilan Daerah (65 persen). dan MPR sebesar 67 persen.

“Ada harapan yang tinggi bagi parpol, namun sebagian dari harapan tersebut tidak dapat diwujudkan dengan baik oleh elite parpol. Lalu apa (menyebabkan) level memercayai (Kepercayaan publik terhadap partai rendah, kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat mengumumkan hasil jajak pendapat secara virtual melalui saluran YouTube IPI di Jakarta, Minggu.

Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kurangnya kepercayaan publik terhadap partai politik yang diwakili oleh 1.200 responden survei kemungkinan besar disebabkan oleh kasus korupsi yang menimpa elit partai, dan juga diyakini bahwa partai politik tidak cukup memenuhi aspirasi publik.

“Masyarakat membuat semacam generalisasi karena terlalu banyak kasus (korupsi) yang melibatkan elit partai. Hal ini membuat memori publik kurang positif terhadap partai politik,” ujarnya.

Namun demikian, partai politik merupakan salah satu lembaga yang memungkinkan terjadinya praktik demokrasi di Indonesia. Dengan demikian, publik tidak punya pilihan selain mendorong parpol untuk memperbaiki diri, kata Burkhanuddin.

“Kita tidak punya pilihan lain, (karena) jika kita ingin demokrasi (mungkin hanya) melalui parpol, dan parpol harus kita benahi agar tidak terkena racun korupsi atau masalah lain,” kata Direktur Eksekutif Bidang Politik itu. indikator Indonesia.

Dalam rapat yang sama, Burkhanuddin juga mencatat tingkat kepercayaan tiga lembaga legislatif, yakni MPR, DPR, dan DPD, karena ketiganya menempati posisi terendah.

Menurut Burhanuddin, ketiga lembaga tersebut juga perlu membenahi dan meningkatkan kinerjanya karena merupakan wajah demokrasi di Indonesia.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR, DPD, dan MPR lebih rendah dibandingkan dengan lembaga negara lainnya, seperti kejaksaan (74%), KPK (74%), pengadilan (74%), kepolisian ( 76%). ), Mahkamah Konstitusi (78 persen), Mahkamah Agung (79 persen), Presiden (85 persen) dan TNI di posisi senior (93 persen).

Burhanuddin mengatakan kepercayaan publik terhadap TNI mulai meningkat selama 12 tahun terakhir, mengutip data dari survei indikator politik Indonesia.

Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI menempati urutan pertama karena masyarakat mendukung sikap TNI yang menjauh dari politik praktis.

“Pada masa-masa awal reformasi, TNI juga terkena imbasnya, karena dianggap bagian dari rezim Orde Baru. Memercayai publik pada waktu itu tidak tinggi, tetapi hanya 2010 ke atas, kami hanya memiliki data, pendirian yang paling dapat diandalkan (lembaga yang paling dipercaya masyarakat) di Indonesia adalah TNI,” kata Burhanuddin.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait demokrasi, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara, isu terkini dan prakiraan pemilihan umum 2024 yang akan diselenggarakan pada 11-21 Februari 2022.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang merupakan sampel dari 34 provinsi. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error (kesalahan) +- 2,9 persen.

Artikel sebelumyaPolres Sukabumi mengungkap ratusan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan
Artikel berikutnyaPertamina bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.