Beranda Hukum TNI AU Perintahkan Pesawat Asing Mendarat di Batam

TNI AU Perintahkan Pesawat Asing Mendarat di Batam

Batam (ANTARA) – Angkatan Udara Indonesia memerintahkan pesawat asing yang menyerbu wilayah Republik Indonesia tanpa izin pada Jumat (13 Mei) untuk mendarat di Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Pesawat sudah kami amankan di apron Bandara Hang Nadim,” kata Kepala Operasi Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Vardoyo, di Batam, Sabtu.

Pesawat kalibrasi memiliki tiga awak, yang semuanya adalah warga negara Inggris. Saat ini, ketiganya juga berada di “rumah penyelamat”, masih di kawasan Bandara Hang Nadim.

Pesawat lepas landas dari WBGG Kuching menuju WMKJ Johor Bahru Malaysia.

Radar Komando Sektor Ibu Kota Negara (Kosek IKN) menangkap radar pesawat DA62 dengan registrasi G-DVOR dan memaksanya mendarat.

Tepat pukul 12:47 WIB, pesawat mendarat di Bandara Hang Nadim.

Komandan Pangkalan Udara Indonesia (Danlanud) Hang Nadim, Letnan Kolonel Ivan Setiawan mengatakan, pendaratan pesawat asing tanpa izin di Bandara Hang Nadim merupakan instruksi dari Panglima Kodam I.

Pilot diperintahkan radar untuk kembali ke Kuching karena telah melanggar wilayah udara Indonesia.

Namun, pilot menyatakan tidak mungkin kembali ke Kuching, karena jaraknya lebih dari 200 mil laut, mereka khawatir tidak akan cukup bahan bakar, sehingga dia meminta untuk mendarat di Batam.

“Hasil komunikasi, awak pesawat mendapat informasi bahwa menurut mereka tidak melanggar hukum, karena diyakini terbang dari Malaysia ke Malaysia, dan meminta izin terbang ke Singapura sebagai operator FIR, tetapi dalam kondisi nyata, para kru gagal menunjukkan “flight clearance”, yang dilacak kembali ke markas TNI. Ternyata dokumen itu bukan milik,” kata Letnan Kolonel Ivan Setiavan.

Setelah mendarat di Batam, seluruh ABK diperiksa kesehatannya oleh Otoritas Kesehatan Pelabuhan Batam, dinyatakan sehat dan mendapat vaksin booster melawan COVID-19.

Pihak imigrasi juga menyatakan bahwa tidak ada barang ilegal di dalam pesawat dan dokumen keimigrasian berupa paspor dalam keadaan rapi.

Artikel sebelumyaAktor veteran Fred Ward meninggal
Artikel berikutnyaespa dalam daftar "Pemimpin Generasi Baru" menurut majalah TIME