Beranda Warganet Tren kasus masih dipantau untuk menentukan gelombang ketiga COVID-19.

Tren kasus masih dipantau untuk menentukan gelombang ketiga COVID-19.

Jakarta (ANTARA). Viku Adisasmito, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengatakan pemerintah masih memantau kejadian tersebut untuk mengetahui apakah ada gelombang baru penularan virus tersebut.

Dalam jumpa pers online yang dihadiri di Jakarta, Selasa malam, Vicu mengatakan kegiatan itu juga dibarengi dengan evaluasi berkala laporan PPKM.

“Parameter evaluasi meliputi transmisi masyarakat, kemampuan respon dan tingkat vaksinasi menurut kabupaten/kota,” katanya.

Ia berharap jumlah kasus COVID-19 bisa berkurang begitu Ramadhan dan Idul Fitri tiba tahun ini.

“Tujuan ini akan tercapai jika bersama-sama kita melakukan segala upaya untuk mencegah penularan COVID-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadykin mengatakan peningkatan kasus COVID-19 akibat infeksi virus corona jenis SARS-CoV-2 varian Omicron mungkin lebih tinggi dibandingkan peningkatan kasus akibat penularan Delta. virus. virus varian.

Budi mengatakan, peningkatan kasus Omicron di Provinsi DKI Jakarta dan Bali saat ini melampaui peningkatan kasus COVID-19 akibat infeksi virus corona Delta pada Juli 2021.

Peningkatan infeksi omicron juga ditemukan di Tangerang Selatan, Banten, dan Bekasi serta Depok di Jawa Barat.

Artikel sebelumyaSatgas meminta pihak rumah sakit menyesuaikan ritme kerja tenaga medis agar tidak cepat lelah
Artikel berikutnyaKohati Mamuju mengutuk pelecehan seksual oleh para pemimpin pesantren