Beranda Nusantara Tujuh Kecamatan Nagan Raya digenangi banjir

Tujuh Kecamatan Nagan Raya digenangi banjir

Suka Makmue (ANTARA) – Sebanyak 29 desa di tujuh kecamatan yang berada di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terendam banjir pada Selasa dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 70 sentimeter setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (5/5). /7 ).

“Sejauh ini, kami masih melakukan upaya pendataan masyarakat terdampak,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya Aceh, Irfanda di Suka Makmuy, Selasa sore.

Sebaran lokasi banjir di Nagan Raya meliputi Desa Ujong Lamy, Simpang Delhi, Alu Bateung Brok, Blang Luah, Sumber Makmoor, Kecamatan Darul Makmoor. Kemudian desa Panton Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, Neubok Yi P.P., Neupok Yi P.K. dan Gubernur Kabupaten Tripa McMur.

Banjir juga menggenangi sejumlah desa di kawasan Tadu Raya, antara lain desa Alu Bata, Alu Gajah, Gunong Sapek, Gunong Kupok, Gunong Geuleugo, dan Batu Raja.

Di subkawasan Kuala banjir membanjiri desa Lava Batu dan Ujong Fatiha, dan di subkawasan Kuala Pesisir banjir juga melanda desa Langkak, Pulo, Padang Rubek, Kuala Baro, Lueng Teungku Ben.

Sementara di Kecamatan Suka Makmue, kata dia, hanya dua desa yang terendam banjir, yakni Lhok Rameuan dan Gampong Tingo.

Di Kecamatan Seunagan, kata Irfandi, banjir membanjiri Desa Nigan, Blang Puuk Nigan, dan Lhok Parom.

Pada Selasa (06/07/2021), banjir menghancurkan total jembatan penghubung di kawasan Blang Sapek-Batu Raja, kecamatan Suka-Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh (ANTARA/HO-Special)

Selain digenangi banjir, jembatan jalur Blang Sapek-Batu Raja, Suka-Makmue, Regensi Nagan-Raya, Aceh itu ludes total setelah diguyur hujan deras di kawasan itu.

Akibat bencana alam tersebut, akses angkutan umum di kawasan tersebut lumpuh total.

Kepala Badan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagan Raya Aceh, Tamarlan, mengatakan jembatan itu diduga hancur diterjang banjir.

Menurutnya, pihaknya juga mendatangkan sekelompok ahli untuk memberikan bantuan darurat dengan harapan bisa membantu masyarakat.

Artikel sebelumyaPakar IPB menjelaskan peran penting segitiga karang
Artikel berikutnyaMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sebut Indonesia Libatkan Masyarakat dalam Pengelolaan Gambut