Beranda Trending Tya Ariesya selalu mengandalkan keterangan dokter saat anak sakit

Tya Ariesya selalu mengandalkan keterangan dokter saat anak sakit

tanya ahlinya

Jakarta (ANTARA) – Selebriti Tya Arestia mengaku saat anaknya sakit selalu mengandalkan informasi dan diagnosa dari dokter atau tenaga kesehatan.

“Bahkan, saya salah satu orang tua yang sangat kritis. Orang-orang di sana, jika anak Anda sakit (suka bicara), semuanya baik-baik saja, Anda tidak perlu pergi ke dokter. Tapi saya kembali, bahkan kalau ada yang salah dengan anak saya. jadi ini yang nomor satu, saya ke dokter dulu,” kata Taya saat webinar peluncuran Milvik Dokter, Selasa.

Meski informasi yang beredar di internet melimpah dan mudah diakses, ia enggan secara tidak sengaja memberikan obat yang khasiatnya belum tentu sesuai untuk anak.

“Kadang-kadang, misalnya, jika seorang anak demam tinggi, mereka mengatakan bahwa cinta adalah cinta. Ada baiknya jika kita beralih ke spesialis yang profesional dan paling tahu. Makanya kita minta ke dokter, nanti bisa konsultasi di sana,” ujarnya.

Menurut Tee, konsultasi dokter tidak selalu dikaitkan dengan saran obat apa yang harus diminum. Selama konsultasi, dokter juga akan memberikan berbagai saran tentang pengendalian diri.

Cha bercerita bahwa beberapa waktu lalu anaknya batuk dan pilek, hasil smear untuk COVID-19 negatif, jadi dokter hanya memberikan saran untuk pengobatan sendiri.

“Memang batuk dan pilek bisa hilang dengan sendirinya, kalau tidak disertai demam, dalam waktu tiga sampai lima hari, jadi tidak perlu antibiotik,” ujarnya.

Tja mengaku akan lebih nyaman jika bisa berkonsultasi dengan profesional. Selain meningkatkan kesehatan anak, kata Tee, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk fokus pada masalah kesehatan sehari-hari lainnya seperti pola makan dan olahraga.

Ia berpesan jika ingin melakukan diet sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi. Setelah berkonsultasi, dokter akan menyarankan pola makan yang benar dan jenis olahraga yang sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda.

Artikel sebelumyaBMKG: Waspada Hujan Petir di NTT Minggu Depan
Artikel berikutnyaBNPB belajar dari Belanda bagaimana meminimalisir dampak banjir bandang