Beranda Warganet UI siap mendukung pengembangan ekosistem industri kesehatan

UI siap mendukung pengembangan ekosistem industri kesehatan

Depok (ANTARA) – Universitas Indonesia (UI), PT Etana Biotechnologies Indonesia dan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamina BM IHC) menjalin kemitraan yang akan mendorong pengembangan ekosistem industri kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi penelitian dan pengembangan obat bioteknologi…

“Penelitian bioteknologi sudah banyak dilakukan, namun mungkin pengembangan lebih lanjut masih membutuhkan dukungan dan kerjasama dari banyak pihak,” ujar Rektor UI Prof. Ari Kunkoro dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor UI Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Prof. Dr.Ir. Dedi Priadi, Jumat.

UI mendorong kolaborasi antara industri biotek dan penyedia layanan kesehatan, serta program pemerintah bahwa kolaborasi penelitian universitas-industri harus terus mendorong penelitian lebih lanjut.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Dr. Nurtami, Ph.D., Sp.OF(K), mewakili Rektor UI, President, Director PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana, dan President , Direktur PT Pertamina Bina Medika IHC Dr. Fatema Jan Rahmat, Sp.B, Sp.BTKV(K), MPH.

Rektor mengatakan, penandatanganan PKS ini merupakan bukti nyata kontribusi Universitas Indonesia terhadap implementasi Tiga Dharma Perguruan Tinggi, yang mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan membangun keberlanjutan dalam pelayanan kesehatan nasional.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan tinggi dan bidang kesehatan sangat penting karena melalui kerjasama ini dapat tercipta solusi atas permasalahan yang muncul di negeri ini khususnya di bidang kesehatan,” kata Ari.

Dikatakannya, untuk menghasilkan ilmu dan produk yang berdampak bagi masyarakat Indonesia, sumber daya manusia dan penelitian di perguruan tinggi, serta berkolaborasi dengan dunia usaha dan institusi kesehatan, perlu dipersiapkan peningkatan peran bioteknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan. …

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Dr. Nurtami, Ph.D. mengatakan bioteknologi telah berkembang di Indonesia sejak lama dan dipengaruhi oleh setidaknya tiga faktor pendukung.

Faktor pertama adalah penelitian di bidang bioteknologi. Faktor kedua adalah sumber daya manusia untuk pengembangan produk dan implementasi hasil penelitian bioteknologi. Faktor ketiga adalah kemampuan dan infrastruktur pendidikan dan penelitian bioteknologi, kekuatan industri dan fasilitas kesehatan.

Nathan Tirtana, Presiden Direktur PT Etana Biotechnologies Indonesia, mengatakan PT Etana Biotechnologies Indonesia sebagai perusahaan medis di Indonesia terus melakukan riset dan pengembangan produk, khususnya obat-obatan berbasis bioteknologi.

Etana berkomitmen untuk melayani pasien dengan menyediakan produk biofarmasi berkualitas tinggi, terjangkau dan inovatif dengan semangat untuk meningkatkan kesehatan di Indonesia.

“Kami berharap dapat tercipta sinergi yang baik antar industri untuk membantu mengembangkan ekosistem industri kesehatan, khususnya obat-obatan biofarmasi, untuk mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan membuat kesehatan nasional lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Presiden dan Direktur PT Pertamedika IHC, Dr Fatema Jan Rahmat mengatakan kerjasama ini ditujukan untuk penelitian dalam pencarian pengobatan kanker baru.

“Saya berharap kerjasama ini dapat menjadi kerjasama baru yang akan menciptakan nilai baru dalam pengobatan kanker. Bukan hanya karena obat-obatan ini diproduksi di Indonesia, sehingga akan menghasilkan terapi dengan harga yang ekonomis dan terjangkau, tetapi yang kami banggakan adalah obat-obatan ini diproduksi di negeri sendiri oleh tangan anak-anak berpengalaman negeri ini”, – dia berkata *.

Artikel sebelumyaKilas Nusantara di antara malam
Artikel berikutnyaGubernur Maluku Umumkan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2021