Beranda Warganet UI-UGM-NUS menumbuhkan inovasi dan kewirausahaan

UI-UGM-NUS menumbuhkan inovasi dan kewirausahaan

Masa depan ASEAN sangat bergantung pada keberhasilan kita dalam melahirkan warga negara yang kreatif dan produktif untuk memenuhi kebutuhan masa depan yang sangat dinamis.

Depok (ANTARA) – Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadja Mada (UGM) dan National University of Singapore (NUS) berkolaborasi untuk mendorong inovasi dan kewirausahaan.

Pada acara penandatanganan nota kesepahaman kerja sama secara virtual, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Upacara virtual berlangsung di InnovFest, acara startup resmi Asia Tech x Singapore (ATxSG).

“Kerjasama yang akan dilakukan antara UI, NUS dan UGM adalah tentang penelitian dan pengembangan bersama untuk mempromosikan dan meningkatkan inovasi dan kewirausahaan di Indonesia,” kata Nizam dalam keterangan yang diterima di Depok, Minggu.

Penandatanganan kerjasama dilakukan secara virtual oleh Rektor UI Prof. Ari Kunkoro, SE, MA, Ph.D yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi drg. Nurtami, Ph.D., Sp, OF(K); Wakil Presiden NUS (inovasi dan kewirausahaan), prof. Freddie Boy dan Rektor UGM Prof. Ir. Panuth Mauliono.

Nizam mengatakan nota kesepahaman ini penting untuk kerjasama antar perguruan tinggi. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan ekosistem teknologi melalui kemitraan antara akademisi dan bisnis, dan mempercepat inovasi dan kewirausahaan di seluruh kampus.

“Saya sangat berterima kasih atas penandatanganan Nota Kesepahaman antara NUS, UGM dan UI untuk mempercepat pengembangan kewirausahaan dan start-up. Saya yakin inisiatif ini akan mempererat kerja sama dan persahabatan antara pelajar Singapura dan Indonesia. Masa depan ASEAN sangat bergantung pada keberhasilan kita dalam melahirkan warga negara yang kreatif dan produktif untuk memenuhi kebutuhan masa depan yang sangat dinamis,” ujarnya.

Nurtami mengatakan UI bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa di beberapa bidang agar memiliki bekal yang baik setelah lulus kuliah.

“Kerja sama ini merupakan langkah awal dari interaksi dan kerjasama yang direncanakan. Kerjasama antar perguruan tinggi ini tentunya akan saling menguntungkan baik dalam penelitian, pengajaran maupun pekerjaan umum. Ini akan memberi siswa kami kesempatan untuk meningkatkan “keterampilan pribadi” dan kreativitas mereka. , etika, inovasi dan kewirausahaannya,” ujarnya.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani bersama, NUS melalui NUS Enterprise akan menawarkan beasiswa dan dukungan kepada mahasiswa Indonesia dari UI dan UGM untuk mengikuti program Master of Science in Enterprise Startup di Singapura dan bersama-sama mendirikan Business Startup Program di Singapura. Indonesia.

Menurut prof. Fight, NUS Enterprise terus mengembangkan ekosistem kewirausahaan yang dinamis dan inovatif di kota-kota Jakarta dan Yogyakarta, dan untuk mendukung bakat, teknologi, dan perusahaan rintisan di Singapura melalui kemitraan dengan inkubator lokal dan lembaga pendidikan.

NUS Enterprise telah berpartisipasi dalam ekosistem inovasi dan kewirausahaan di Indonesia sejak 2017 melalui program seperti BLOCK71, NUS Overseas Colleges dan NUS Enterprise Summer Program. Hingga saat ini, NUS Enterprise telah mendukung lebih dari 250 startup dari Singapura dan Indonesia, memberikan dukungan inkubasi dan akses ke pasar internasional melalui jaringan global BLOCK71.

Rektor UGM Panut Mouliono mengatakan UGM sangat antusias dengan kesepakatan tersebut, mengingat persahabatan antar universitas yang sudah terjalin lama.

“Ini bukan hanya selembar kertas untuk meresmikan hubungan. Sebaliknya, ini adalah pengingat bahwa kita benar-benar perlu bekerja keras untuk mewujudkan ide-ide kita. Nota Kesepahaman ini akan membuka jalan bagi banyak peluang kerjasama akademik. “Tidak berhenti sampai di situ. Kami ingin melihat lebih banyak peluang dalam bentuk kewirausahaan, start-up dan perusahaan yang diciptakan oleh alumni kami,” katanya.

Menyusul penandatanganan nota kesepahaman, UI, NUS dan UGM berencana meluncurkan inisiatif bersama pada tahun depan. Mahasiswa Indonesia pemenang beasiswa UI dan UGM ini akan mengikuti program Master of Science in Enterprise Startup di NUS mulai tahun 2022.

Artikel sebelumyaJackson Wang membintangi iklan untuk Olimpiade Tokyo 2020
Artikel berikutnya"Titanium" memenangkan Palme d’Or di Festival Film Cannes 2021 2021