Beranda Warganet Uji klinis obat antivirus COVID-19 akan dilakukan

Uji klinis obat antivirus COVID-19 akan dilakukan

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 Profesor Viku Adisasmito menegaskan uji klinis obat antivirus baru COVID-19 perlu dilakukan.

“Tonggak sejarah ini merupakan komitmen yang harus dipenuhi sebelum obat itu menyebar luas,” kata Wiku menanggapi obat antivirus COVID-19 Molnupiravir dalam konferensi pers yang berlangsung online di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, pada prinsipnya Indonesia terbuka terhadap semua terapi alternatif karena hanya itulah tujuan bersama, yaitu pengobatan yang seefektif mungkin.

“Ke depan, pemerintah akan segera mengomunikasikan update terkait perkembangan obat dan bahan medis untuk mendukung layanan COVID-19,” kata Vicu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadykin mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan uji klinis obat yang beredar untuk COVID-19.

“Kementerian Kesehatan terus bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan rumah sakit vertikal untuk melakukan review dan uji klinis semua obat baru,” katanya.

Ia mengatakan akan ada evaluasi obat dan uji klinis, baik antibodi manoklonal maupun obat antivirus baru seperti molnupiravir dari Merck & Co.

“Jadi kami ‘menjangkau’ produsen obat-obatan ini, dan kami juga merencanakan beberapa dari mereka untuk memulai uji klinis,” katanya.

Ia berharap pada akhir tahun ini sudah diketahui obat COVID-19 yang cocok untuk masyarakat Indonesia.

Artikel sebelumyaPPKM Turun Level 2, Pemkot Solo Siapkan Mitigasi
Artikel berikutnyaLima provinsi diminta untuk mengurangi hunian tempat tidur rumah sakit