Beranda News Vaksin Panja: Pemerintah Wajib Sediakan Vaksin Booster Halal

Vaksin Panja: Pemerintah Wajib Sediakan Vaksin Booster Halal

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi IX Panitia Kerja Pengawasan Vaksin (Panja) DPR RI Yahya Zaini mengatakan pemerintah wajib menyediakan vaksin booster yang berstatus halal.

“Kewajiban penyediaan vaksin halal diatur dalam dua undang-undang,” kata Yahya dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, kewajiban ini diatur dalam UU Jaminan Produk Halal dan UU Perlindungan Konsumen.

“Oleh karena itu, jika pemerintah tidak mengalah dengan hanya menyediakan vaksin yang ada saat ini, maka pemerintah telah mengabaikan kedua undang-undang tersebut,” jelas Yahya.

Surat edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI tidak menyebutkan keberadaan vaksin halal yang digunakan dalam program vaksinasi booster.

Ia menegaskan, saat ini ada dua jenis vaksin yang sudah mendapat fatwa halal dari MUI dan izin penggunaan darurat dari BPOM RI, yakni Sinovac dan Zifivax.

Yahya mengatakan jika pemerintah tetap tidak mengubah kebijakannya, maka ia mengusulkan untuk menguji vaksin booster yang saat ini digunakan, yaitu pfizer, Astrazeneca dan moderna, yang dikembangkan oleh MUI.

“Karena di daerah pemilihan saya yang merupakan basis mahasiswa di Jombang, banyak yang meragukannya. Mereka tidak mau vaksin booster sampai vaksin halal tersedia,” kata Yahya.

Selain vaksin halal, Yahya juga menyinggung tentang vaksin kadaluarsa yang akan berimplikasi hukum, sehingga berdampak pada kerugian negara.

Artikel sebelumyaPara oknum pegawai OTT 2 BPK dan kejaksaan Jawa Barat menyita Rp 350 juta.
Artikel berikutnyaSetelah dibebaskan dengan jaminan, Ezra Miller kembali masuk polisi.