Beranda News Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (PAC) mengutuk serangan terhadap Masjid Al-Aqsa

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (PAC) mengutuk serangan terhadap Masjid Al-Aqsa

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam penyerbuan pasukan Israel ke Masjid Suci Al-Aqsha di Palestina.

“Tindakan Israel yang mendiskriminasi dan menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsha menegaskan kesimpulan aktivis HAM internasional bahwa Israel menggunakan sistem apartheid terhadap Palestina,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

HNW menegaskan bahwa kejahatan Israel mengkonfirmasi pelanggaran Israel terhadap resolusi PBB. Diamnya negara-negara Barat seolah menjadi legitimasi kejahatan, teror negara dan radikalisme anti-manusia, yang secara terbuka dan berulang kali ditunjukkan oleh Israel.

Dia mengutuk kejahatan berulang Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, yang diakui oleh UNESCO sebagai situs suci bagi umat Islam. Hidayat juga mengimbau masyarakat internasional, khususnya dunia Barat, yang telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas serangannya ke Ukraina, untuk tidak menerapkan standar ganda.

Dia meminta kerjasama segera dalam mengakhiri kejahatan apartheid terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Akibat penggerebekan tersebut, ratusan jemaah Palestina terluka dan ditahan saat salat di Masjid Al-Aqsha. Padahal, Israel telah melakukan tindakan yang melampaui tindakan kemanusiaan dengan melukai warga Palestina, termasuk anak-anak, wanita, orang tua, dan bahkan penyandang disabilitas.

“Laporan yang disampaikan oleh berbagai organisasi hak asasi manusia internasional harus menjadi pedoman ketika mempertimbangkan masalah Palestina-Israel secara keseluruhan,” tegasnya.

Juga, dan yang lebih tragis, beberapa negara Arab, yang sebagian besar beragama Islam, telah menormalkan hubungan dengan Israel.

“Yang terjadi bukan Israel menghormati Palestina, warganya dan Masjid Al-Aqsha, tapi malah menjadi lebih kejam dan biadab. Dan membuat cita-cita negara Palestina merdeka semakin kabur,” jelasnya.

Hidayat menghimbau masyarakat internasional untuk bertindak adil, objektif dan komprehensif dengan mempertimbangkan isu utama ini. Apalagi dikabarkan hari ini, Selasa (19/4), Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan untuk membahas penyerangan Masjid Al-Aqsha.

Ia mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB harus mampu menunjukkan wibawa dan martabat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mewujudkan tujuan didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan cara menyampaikan persetujuan seluruh anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan terorisme dan membawa perdamaian ke Palestina dengan menghentikan kejahatan pendudukan Israel dan kejahatannya terhadap Masjid Al-Islamik, Aksa dan Palestina.

Artikel sebelumyaPLN bermitra dengan TNI AD untuk membantu membangun infrastruktur kelistrikan
Artikel berikutnyaIbas meninjau pembangunan asrama putri di Pacitan