Beranda News Wakil Ketua MPR RI: Indonesia Harus Belajar dari Kesuksesan Amerika

Wakil Ketua MPR RI: Indonesia Harus Belajar dari Kesuksesan Amerika

Jakarta (ANTARA). Wakil Ketua MPR RI Siarief Hassan mengatakan, Indonesia harus belajar dari keberhasilan Amerika Serikat dalam memerangi penyebaran pandemi COVID-19.

Syarief Hassan dalam keterangannya, Selasa di Jakarta, menilai pemerintah Indonesia harus merefleksikan kebijakan yang ditempuh negara lain yang telah berhasil keluar dari pandemi.

“Indonesia tidak perlu malu mencontoh negara lain seperti Amerika Serikat, karena berhasil keluar dari pandemi, karena telah menerapkan pembatasan dan penahanan kasus yang ketat agar COVID-19 tidak menyebar terus menerus,” kata dia. Syarif Hasan.

Dia meminta pemerintah untuk menilai penyebaran pandemi COVID-19. Pasalnya, jumlah kasus positif dan kematian terus meningkat dari hari ke hari hingga ditemukan varian baru delta COVID-19, diduga dari luar negeri.

Berbeda dengan Indonesia, lanjutnya, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan berakhirnya pandemi COVID-19 di negeri Paman Sam itu pada Minggu, 4 Juli 2021.

Sementara Amerika Serikat pada awalnya adalah negara terburuk untuk infeksi COVID-19, beberapa bahkan membandingkan kasus COVID-19 Indonesia lebih baik daripada Amerika.

Namun, Amerika telah berhasil keluar dari pandemi, yang mengalami penurunan kasus harian COVID-19, sementara Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi.

Menurut Syariyev Hasan, pemerintah Indonesia juga menempuh kebijakan pembatasan, namun tidak menunjukkan ketegasan dalam implementasinya.

“Faktanya, pemerintah Indonesia sudah menerapkan kebijakan yang baik seperti tidak mudik, protokol kesehatan, karena darurat PPKM terbaru. Namun kebijakan ini tidak dilaksanakan secara tegas dan konsisten, dan diperlukan langkah-langkah untuk melatih institusi medis dan tenaga medis,” kata Syarief Hasan.

Dia juga menyoroti kebijakan pemerintah untuk membuka akses bagi warga negara asing selama pandemi COVID-19. Dia melanjutkan, salah satu langkah berbahaya pemerintah adalah membiarkan orang asing masuk ke Indonesia.

“Bahkan, WNA ini bisa jadi penyebar COVID-19, terutama varian new delta dan lainnya yang berkembang di luar negeri,” kata Syarief Hasan.

Menurut Gugus Tugas COVID-19, kenaikan harian kasus positif mencapai 29.745 pada Senin 5 Juli 2021. Angka ini menjadi peristiwa harian tertinggi kedua di dunia pada hari Senin.

Total kasus positif COVID-19 di Indonesia sejak diumumkan pertama kali pada awal Maret sebanyak 2,31 juta kasus.

Syarief mengatakan, bertambahnya kasus dan munculnya opsi baru karena pemerintah kurang tegas dalam menegakkan pembatasan.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa varian baru COVID-19 berasal dari luar negeri, yang telah menyebar, khususnya di Indonesia, karena tidak adanya pembatasan yang ketat terhadap orang asing yang masuk ke Indonesia,” kata Syarief Hasan.

Syarief Hasan juga meminta pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tegas. Pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan PMQM darurat di lapangan.

“Pemerintah juga perlu tegas terhadap masuknya orang asing ke Indonesia,” ujarnya.

Artikel sebelumyaMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sebut Indonesia Libatkan Masyarakat dalam Pengelolaan Gambut
Artikel berikutnyaRepublik Rakyat Mongolia: Pemerintah memperkuat perlindungan para pemimpin agama selama pandemi