Beranda Warganet Wali Kota Palu mengimbau warga untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.

Wali Kota Palu mengimbau warga untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.

Palu (ANTARA) – Wali Kota Palu Hadianto Rasiid meminta warga mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya Ketua Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri pada Selasa sore.

Pengibaran bendera setengah tiang untuk menghormati jasa dan dedikasi ketua umum ormas Islam terbesar di Indonesia bagian timur itu berlangsung dari Rabu (8 April hingga Jumat (8 Agustus), katanya di Palu, Selasa malam.

Menurut dia, pengibaran bendera tidak hanya di rumah-rumah warga, tetapi juga di kantor-kantor pemerintahan di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurut Hadianto, jasa dan dedikasi Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri sangat besar, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.

“Insya Allah ibadah Almarhum Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri diterima oleh Allah SWT. Kuburannya terbuka dan dosa-dosanya diampuni,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Alkhairaat Habib Sayyid Ali bin Muhammad Aljufri mengundang seluruh Komisioner Daerah (Komwil) dan Komisioner Daerah (Komda) Alkhairaat untuk melakukan tahlil.

“Kita berada di tengah pandemi COVID-19. Oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan tahlilan di rumah masing-masing, dan di kota Palu akan dilaksanakan di Masjid Alhairaat. Tapi nanti kita lihat situasinya,” ujarnya. dikatakan.

Almarhum Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri telah memimpin Alkhairaat sejak tahun 1974. Alkhairaat berfokus pada pengembangan dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Indonesia Timur.

Semasa hidupnya, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri dikenal sebagai seorang dermawan, ilmuwan, guru, suka belajar dan suka mengajar, meskipun usianya sudah lanjut.

“Habib Saggaf dikenal sebagai cendekiawan muslim Indonesia dari kota Palu yang lahir di Pekalongan. Beliau adalah sosok yang disegani di masyarakat dan sering dikunjungi pejabat pemerintah untuk membahas masalah agama dan pemerintahan,” ujarnya.

Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri meninggal dunia di Rumah Sakit Alhayrat Kota Palu pada Selasa sekitar pukul 15:50 waktu setempat.

Almarhum dimakamkan pada Rabu setelah shalat Zuhur di pemakaman Alhayrat dekat makam pendiri Alhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri.

Artikel sebelumyaKejaksaan Agung Aceh Selidiki Korupsi Perolehan Sertifikat Tanah untuk Masyarakat Miskin
Artikel berikutnyaPemprov Sumbar dan DPRD menyepakati tiga peraturan daerah.